Senin, 13 April 2026

Atlet Lari Keluhakan Kondisi Lintasan Lari Stadion Madya Senayan

Dedeh menilai, lintasan yang keras bisa berdampak pada cedera karena karet lintasan yang mengeras dan tidak ada lagi daya pantulnya.

Penulis: Murtopo
Editor: Dewi Pratiwi
SUPER BALL/Feri Setiawan
Pelari Indonesia, Rini Budiarti (kiri) dan Triyaningsih (kanan) berlatih di Stadion Madya Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014). (SUPER BALL/Feri Setiawan) 

Laporan Wartawan Harian Super Ball, Murtopo

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tartan atau lintasan lari di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dikeluhkan sejumlah atlet sudah berkurang kelenturan dan daya pantulnya sehingga rentan mengakibatkan cedera.

Hal itu salah satunya diungkapkan oleh Dedeh Erawati, atlet lari 100 meter gawang. Kata Dedeh lintasan yang keras bisa berdampak pada cedera karena karet lintasan yang mengeras dan tidak ada lagi daya pantulnya. Hal itu juga mengurangi kecepatan saat berlari.

"Sebenarnya semua perlengkapan latihan untuk Asian Games sudah lengkap termasuk gawang, medis, tapi yang kurang adalah tartan atau lintasan lari yang sudah mulai keras. Ini bahaya karena efeknya yang cukup fatal adalah bisa mengakibatkan cedera. Ini yang saya waspadai saat ini, apalagi persiapan Asian Games," ujar Dedeh Erawati.

Namun karena sudah tidak ada lagi lapangan yang bisa dijadikan tempat latihan, Dedeh mengaku mau tidak mau tetap menggunakan lintasan tersebut.

"Sebenarnya ada lintasan di Rawamangun, tapi dengan kondisi jalan macet, agar repot berlatih di sana. Jadi saya lebih memilih untuk berlatih di Senayan, tentunya harus lebih berhati-hati, agar tidak mengalami cedera,' ujar Dede yang tengah mempersiapkan diri di ajang Asian Games 2014.

Sumber: Super Skor
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved