Minggu, 12 April 2026

Mangkunegaran Run 2026 Digelar di Solo pada 3 Mei, Kantongi Sertifikat Internasional

Mangkunegaran Run 2026 di Solo diikuti 7.700 pelari, kini bersertifikasi World Athletics dan berdampak Rp40 miliar.

Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
LOMBA LARI - Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X atau Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Sudjiwo, dan . Co-Founder & COO Katadata Indonesia Ade Wahyudi, pada Konferensi pers Mangkunegaran Run 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (12/4/2026). (Tribunnews/Alfarizy) 

Ringkasan Berita:
  • Mangkunegaran Run 2026 digelar di Solo dengan lebih dari 7.700 peserta. 
  • Tahun ini, rute lomba resmi bersertifikasi World Athletics. 
  • Selain memadukan olahraga dan budaya, event ini juga berdampak besar pada ekonomi lokal hingga Rp40 miliar serta mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ajang lari tahunan Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Solo, Jawa Tengah, 3 Mei mendatang. 

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, event ini mencatat lonjakan peserta signifikan dengan lebih dari 7.700 pelari yang akan bertanding di kategori 5K, 10K, dan Half Marathon.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rute Mangkunegaran Run 2026 kini telah mengantongi sertifikasi dari World Athletics. 

Proses sertifikasi dilakukan langsung oleh perwakilan World Athletics, Kim Vivan, yang datang ke Solo untuk memastikan standar lintasan.

Baca juga: 10 Tradisi Unik Natal di Dunia: Lomba Lari di Jerman dan Austria, Warga Guatemala Membakar Setan

K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X atau Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Sudjiwo menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut dalam menjaga kualitas perlombaan.

“Sertifikasi lintasan lari diperlukan untuk menjamin standar kualitas, keamanan, dan keadilan dalam perlombaan. Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi cedera, serta diakui secara internasional, yang penting untuk validasi rekor dunia maupun catatan waktu resmi atlet,” kata K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan, Mangkunegaran Run tidak hanya sekadar event olahraga, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Adi menyoroti peningkatan partisipasi peserta sejak pertama kali digelar pada 2023.

“Kami melihat perkembangan yang sangat positif, terutama dari sisi partisipasi dan antusiasme masyarakat. Setiap tahun jumlah peserta meningkat, dan yang lebih penting, semakin banyak komunitas yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa Mangkunegaran Run sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya event tahunan,” ujar Respati.

Ia juga menekankan keunikan ajang ini yang memadukan olahraga dengan wisata budaya. 

Para pelari akan melintasi sejumlah titik bersejarah di Solo, sehingga menghadirkan pengalaman berbeda dibanding lomba lari pada umumnya.

Dari sisi ekonomi, dampak Mangkunegaran Run juga terbilang signifikan. Co-Founder & COO Katadata Indonesia Ade Wahyudi mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan kontribusi besar terhadap perekonomian lokal.

“Berdasarkan impact survey yang dilakukan Katadata Insight Center, Mangkunegaran Run memberikan dampak perekonomian terhadap kota Solo sebesar Rp40 miliar. Rata-rata pengeluaran pelari Rp2,5 juta di luar tiket. Sebagian besar pengeluaran untuk hotel, konsumsi, oleh-oleh dan wisata,” kata Ade.

Ia menambahkan, ajang ini turut mendorong omzet pelaku usaha naik hingga 103 persen dan jumlah pengunjung meningkat 130 persen.

Baca juga: Lomba Lari 5 Km Fun Run PAPDI Banten Rush 2025 Siap Digelar: Ikut Dimeriahkan dr Tirta

Di sisi lain, dukungan juga datang dari Permata Bank sebagai mitra strategis. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyebut keterlibatan mereka sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem kegiatan aktif yang berdampak luas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved