MotoGP
Jorge Lorenzo Kalah karena Faktor Ban
Di awal balapan, Lorenzo yang juga menggunakan jenis ban tersebut sempat melesat jauh di depan. Anggapan bahwa dirinya takut balapan di trek basah.
TRIBUNNEWS.COM - Jorge Lorenzo gagal mengamankan posisi pertama di Grand Prix MotoGP Jepang, Minggu (11/10) lalu. Pembalap Movistar Yamaha tersebut hanya mampu finis di urutan ketiga, di belakang Dani Pedrosa dan Valentino Rossi.
Kegagalan memenangi balapan di Motegi itu ternyata tak lepas dari faktor ban depannya yang cepat habis. Kehilangan grip (daya cengkeram), membuat pebalap Yamaha itu kesulitan memacu kencang motornya. Kondisi itu semakin diperburuk dengan kesalahan yang dibuat Lorenzi pada lima lap terakhir, ketika ia melebar dan kemudian disalip oleh Rossi.
Cuaca Motegi yang sempat diguyur hujan saat pemanasan memang membuat semua pebalap mau tak mau terpaksa menggunakan ban jenis basah (wet) dengan komposisi bagian depan bertipe keras (hard) dan belakang bertipe lembut (soft).
Di awal balapan, Lorenzo yang juga menggunakan jenis ban tersebut sempat melesat jauh di depan. Anggapan bahwa dirinya takut balapan di trek basah, dijawab Lorenzo dengan penampilan dominan. Belum genap 10 lap, pebalap Spanyol itu sudah membuat jarak 3,4 detik dari Rossi di posisi kedua. Pace kuat dari Lorenzo, seolah sulit ditandingi Rossi.
Namun di sinilah masalah timbul. Menjelang lap-lap akhir, trek mulai mengering. Lorenzo yang menekan kuat selepas start, mulai merasakan bannya kehilangan grip. Mencoba bermain aman tentu jadi pilihan sulit, karena finis di depan Rossi mutlak harus dilakukannya demi poin di klasemen.
Tak heran jika kemudian penampilan Lorenzo tak segarang di awal balapan. "Sungguh disayangkan karena saya pikir di trek kering saya adalah yang tercepat dan lebih konsisten. Juga saat hujan, saya sangat cepat. Sayangnya trek mengering dan tekanan yang saya lakukan di awal membuat ban saya sedikit lebih buruk ketimbang Valentino dan Dani," keluh Lorenzo seperti dilansir Crash. "Ketika trek hampir kering, ban depan saya hancur dan saya tidak dapat mengendarai motor seperti sebelumnya," imbuhnya.
Dari foto yang beredar di media sosial, ban depan Lorenzo memang hancur. Kondisi ban depannya lebih buruk ketimbang ban depan Rossi dan Pedrosa. Kedua pebalap itu rupanya beruntung tidak tampil ngotot di awal balapan, sehingga menjelang finis, baik Rossi dan Pedrosa masih mendapatkan grip.
Soal masalah yang dihadapi Lorenzo ini, Rossi juga mengakui bahwa trek yang mulai mengering menjadi penyebab ban depan kehilangan grip. "Ketika trek mulai mengering, semua menjadi lebih sulit. Ban menipis dan sering melintir di trek lurus. Itu adalah situasi sulit," terang Rossi.
"Trek jauh lebih baik ketika basah sepenuhnya, karena ban bekerja dengan baik. Ketika trek mulai mengering, rasanya seperti naik kapal di laut. Motor bergerak kemana-mana. Tiga atau empat kali ketika saya mengegas, saya merasa ban depan berkata 'Tidak, tidak, tidak!'. Saya stres sekali," ucapnya.
Di sisi lain, Pedrosa yang finis terdepan juga mengakui faktor ban menjadi penentu kemenangannya di Motegi. “Semua pembalap dituntut berpikir keras di balapan kali ini. Saya berusaha merawat ban dan bersabar,” ujar Pedrosa dilansir Crash. “Saya merawat ban di awal balapan, karena tahu di race kali ini ban akan menentukan. Saya mencoba mencari waktu yang tepat untuk mengerem di lintasan yang lebih kering,” tuturnya.
Lap demi lap dijalani Pedrosa dengan sabar. Jagoan Ducati, Andrea Dovizioso dia salipnya. Ketika berhasil melewati Dovizioso, Pedrosa mengaku sempat berpikir posisi podium sudah lebih dari cukup. Namun ketika melihat motor Rossi sudah begitu dekat, Pedrosa mengambil keputusan lain. “Saya melihat Rossi dan kemudian Lorenzo, dan motor saya kian mendekat. Ini sesuatu yang mengejutkan saya, dan lap demi lap setelah itu saya hanya tinggal menjaga waktu,” kata Pedrosa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jorge-lorenzo-motegi-jepang_20151012_001944.jpg)