Breaking News:

Sodikin Terus Lahirkan Lifter Nasional Berprestasi

"Air mata saya menetes bila menceritakan perjalanan hidup saya yang begitu pahit."

ist
Sodikin dan keluarga 

TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG - "Air mata saya menetes bila menceritakan perjalanan hidup saya yang begitu pahit."

Kalimat itu dilontarkan legenda angkat besi Indonesia, Sodikin yang kini menangani klub angkat angkat besi Patriot Kota Bekasi.

Ternyata peraih 5 emas berturut-turut SEA Games 1989 hingga 1997 ini punya kehidupan pahit sejak kecil.

Sejak usia 7 tahun, dia sudah harus mencari nafkah untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya yang hanya petani miskin di Bekasi.

"Bapak saya hanya bekerja sebagai petani yang menggarap sawah milik orang. Penghasilannya yang kecil tidak mencukupi membiayai 12 anaknya. Makanya, saya bekerja menjadi pencetak batako sejak usia 7 tahun untuk membantu mencari biaya makan sehari-hari," kata Sodikin yang ditemui di sela-sela Kejurnas Angkat Besi Terbuka Satria Remaja II di Gelanggang Kesenian dan Olahraga Cibinong, Bogor, Jumat (28/10/2016).

Hidup serba kekurangan memaksa Sodikin terus bekerja dan tidak sempat mengenyam sekolah.

"Saya masih ingat untuk mencetak batako itu kan dibutuhkan tenaga yang kuat. Karena, usia saya masih kecil, saya harus melompat dari atas menekan besi yang menekan batako biar padat," katanya.

Sodikin benar-benar tak sempat menikmati masa kecilnya seperti anak seusianya. Pada usia 12 tahun, dia yang hobi bermain bola harus bekerja sebagai buruh pabrik.

"Dari bekerja sebagai pencetak batako, saya terus bekerja di pabrik. Dan, saya main bola hanya saat hari libur untuk mencari tambahan uang. Lumayan kan, saya mengantongi uang Rp1.500 untuk sekali bertanding," katanya.

Nasib seseorang tidak ada yang tahu. Saat berlari di Stadion Patriot Bekasi, Sodikin yang bertubuh kecil tak sengaja bertemu pelatih angkat besi, Irwan Siregar.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved