Minggu, 19 April 2026

Indonesia Raih Dwi Sukses di Karate IKO Matsushima Asian-Pasific Championship 2017

Indonesia sebagai tuan rumah patut berbangga dengan mencapai dwi sukses di Asian Pacific Championship

Editor: Toni Bramantoro
ist
Salah satu pertandingan di Karate IKO Matsushima Asian-Pasific Championship 2017 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Indonesia sebagai tuan rumah patut berbangga dengan mencapai dwi sukses di Asian Pacific Championship yang berlangsung pertama kali di Sportmall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (21/5/2017) sejak pagi hingga malam hari. 

Dari sisi penyelenggara, Indonesian Kyokushin Karate Association (IKKA) yang berafiliasi pada IKO Matsusima meraup sukses penuh dengan mendatangkan puluhan wasit asing ke Indonesia dari 16 negara dan juga 123 karateka dari 16 negara yang meramaikan Kejuaraan Karate Asian Pacific 2017 ini. 

Wakil Indonesia pun mampu menorehkan dua medali emas dan tiga perak di ajang bergengsi ini. 

Executive Chairman Indonesian Kyokushin Karate Association (IKKA ), Andy Susila mengaku sangat senang atas raihan yang dicapai atlet Indonesia di ajang tersebut.

Kedepan, pihaknya berharap atlet Indonesia bisa bangkit sebelum mengikuti World Championship di Shanghai, China.

Emas untuk Indonesia disumbangkan oleh Christophel Ardiel di kategori usia 15-17 tahun over 65 kg. Christophel mengalahkan rekan sesama karateka asal Indonesia, yakni, Altafsalya Ardnika Basya.

Satu emas lagi diraih oleh Purwanto Chandra yang mengalahkan Dean Treloar di kategori usia diatas 40 tahun dengan berat di atas 85 kg. 

Dua medali perak lainnya didapat Stuart Yaw di kelas 12-14 tahun dan Capyani Wijayanti di kelas 55-62,5 kg. Di final, Chaprina dikalahkan Lisa Hodder asal Australia.

Purwanto mengaku bangga bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia.

”Syukur perjalanan latihan yang lebih banyak selama setahun ini menadapt hasil. Yang terpenting, disiplin dan komitmen terus dijaga untuk mendapat hasil yang optimal,” ungkap pria yang berprofesi sebagai dokter itu.

Christophel menytatakan, dengan raihan juara itu, semakin membuatnya bersemangat untuk kembali berlatih.

”Tetap latihan lagi dan jangan pernah berhenti. Pengin maju tersu,” ujar siswa kelas 2 SMA Tarakanita itu.

Sementara itu, meski tidak mampu mempersembahkan emas, Caprina tetap bersemangat.

”Sebagai fighter tidak boleh menyerah sampai pertandingan usai. Kami juga harus main secara fair. Kalah menang tidak apa, yang terpenting dilihat orangbagus, tidak bermain curang,” jelasnya.

Mengenai lawannnya di final tersebut, karateka asal Surabaya itu mengaku lawannya tersebut memiliki kemampuan yang mumpuni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved