Teknologi Traction Control pada Motor MotoGP, Apa Sih Fungsinya?

Teknologi canggih bernama Traction Control pada motor MotoGP ternyata cukup membantu para pembalap MotoGP dari gejala highside.

Teknologi Traction Control pada Motor MotoGP, Apa Sih Fungsinya?
Twitter/MotoGP
Test rider Aprilia, Bradley Smith, dihukum usai bikin crash Aleix Espargaro di MotoGP Catalunya. 

TRIBUNNEWS.COM - Tak bisa dipungkiri, teknologi pada motor MotoGP benar-benar canggih.

Oleh karena itu tak sembarangan orang bisa mengendarai motor MotoGP ini.

Salah satu teknologi canggih yang ada pada motor MotoGP yakni Traction Control.

Banyak yang menilai teknologi ini membantu pembalap untuk meminimalisir pembalap dari risiko highside ketika melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.

Highside sendiri menurut MotoGP.com adalah kecelakaan dimana roda belakang meluncur ke sisi yang berlawanan saat menikung, lalu seketika kembali mendapatkan grip, sehingga membuat motor dan pengendaranya terpelanting ke udara.

Nah, di MotoGP modern yang kini banyak disesaki peranti elektronik canggih, juga didukung Traction Control untuk membuat traksi ban ke aspal tetap terjaga sehingga meminimkan gelaja oversteer dan highside.

Cara kerjanya, Traction Control dibantu oleh beberapa alat seperti inertial measurement unit (IMU) yang bisa membaca sudut kemiringan motor, Wheel Speed Sensor untuk mendeteksi hilangnya grip ban dengan cara mendeteksi putaran roda yang terjadi.

Untuk IMU, di MotoGP 2019 ini Dorna menerapkan IMU seragam yaitu buatan Magneti Marelli.

LANJUT KE SINI SOB >>>>>

Editor: Gagah Radhitya Widiaseno
Sumber: Gridoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved