Kamis, 9 April 2026

BWF World Tour

Raymond/Nikolaus Tersingkir Dramatis di BAC 2026: Singgung Ketidakberuntungan 

Raymond/Nikolaus sebenarnya mengawali laga dengan meyakinkan usai merebut gim pertama 21-11.

Tribunnews.com/HO/dok: PBSI
TERSINGKIR - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengakhiri langkah di babak 32 besar Badminton Asia Championships 2026 setelah kalah dramatis dari pasangan Korea, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, Rabu (8/4/2026). 

Raymond/Nikolaus Tersingkir Dramatis di BAC 2026: Singgung Ketidakberuntungan 
 
Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengakhiri langkah di babak 32 besar Badminton Asia Championships 2026 setelah kalah dramatis dari pasangan Korea, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, Rabu (8/4/2026).

Raymond/Nikolaus sebenarnya mengawali laga dengan meyakinkan usai merebut gim pertama 21-11.

Baca juga: Beda Nasib 2 Tunggal Putra Indonesia: Alwi Melaju, Ubed Gugur karena Keputusan Wasit

Namun, mereka gagal mempertahankan momentum dan akhirnya kalah 15-21 gim kedua dan 23-25 pada gim penentu.

Raymond mengakui permainan mereka sejatinya sudah cukup baik, tetapi kurang maksimal di momen penentuan, terutama pada poin-poin akhir.

“Mainnya lumayan oke, hanya hasilnya kurang maksimal. Di poin-poin terakhir kami banyak mengangkat bola, jadi kami lebih sering diserang,” ujar Raymond.

Raymond juga menyoroti perubahan strategi lawan yang sempat membuat mereka harus beradaptasi sejak awal laga.

“Kami kira lawan akan banyak menyerang, tapi di gim pertama mereka justru memperlambat tempo dan bermain satu-satu,” terangnya.

Sementara itu, Nikolaus Joaquin mengungkapkan bahwa mereka sempat kesulitan membaca pola permainan lawan di awal pertandingan.

“Di gim pertama kami sempat kaget dengan pola lawan, agak telat antisipasi. Tapi di gim kedua kami coba main sesuai tempo kami dan itu berhasil,” jelas Nikolaus.

Memasuki gim penentuan, pertandingan berlangsung sangat ketat dengan kejar-kejaran poin hingga setting.

Namun, Nikolaus mengakui mereka tidak pernah benar-benar unggul dalam fase krusial tersebut.

“Di gim ketiga cukup ketat, tapi kami tidak pernah memimpin saat setting poin. Di akhir mungkin ada faktor keberuntungan, tapi kami juga terlalu sering mengangkat bola,” ujar Nikolaus.

Ia juga menilai keunggulan lawan terletak pada permainan cepat di depan net serta pertahanan yang solid.

“Mereka unggul di bola-bola drive, Kang Min Hyuk juga sangat rapat di depan. Defence mereka juga bagus, terutama di arah badan,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved