Djarum Larang Atletnya Merokok
Satu di antaranya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kevin adalah produk didikan PB Djarum yang proses audisi umumnya menjadi polemik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- PB Djarum telah melahirkan banyak pebulutangkis yang berprestasi di panggung dunia. Satu di antaranya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kevin adalah produk didikan PB Djarum yang proses audisi umumnya menjadi polemik.
Tidak mudah bagi Kevin Sanjaya Sukamuljo untuk bisa menimba ilmu bulutangkis di PB Djarum. Dulu dia termasuk anak yang bersaing dengan banyak anak lainnya di audisi umum beasiswa bulutangkis yang diselenggarakan oleh Djarum.
Sugiarto, ayah Kevin, menuturkan dia memang mengarahkan anaknya untuk menimba ilmu bulutangkis di klub terbaik. Menurut dia PB Djarum menurut klub yang bagus, namun untuk bisa bergabung setiap anak harus mengikuti audisi.
"Fasilitas di PB Djarum itu lengkap. Semua diperhatikan, dari makan, tidur, gizi. Contoh kecilnya, kalau dikasih telur atau susu tidak dimakan, nanti pasti dimarahi. Sudah ada ukuran gizinya untuk mengembalikan stamina," tutur Sugiarto kepada Tribun Network, Senin (9/9/2019) kemarin.
Menurut Sugiarto PB Djarum adalah acuan bagi semua pebulutangkis muda Indonesia. Oleh karena itu, dia menyayangkan rencana audisi umum Djarum akan dihentikan pada tahun depan.
Sebagai orangtua yang mengantarkan anaknya ke audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum hinga meraih sukses, Sugiarto kecewa ajang tersebut tidak digelar lagi. Dia menegaskan audisi Djarum tidak ada hubungan sama sekali dengan produk rokok perusahaan tersebut.
"Sebetulnya sangat disayangkan kalau audisi Djarum betul-betul berhenti. Soalnya Djarum mencari bibit-bibit pemain sampai ke pelosok-pelosok. Istilahnya jemput bola," ujar Sugiarto.
Baca: Kak Seto Dukung KPAI, Sebut PB Djarum Seperti Anak Kecil
Sugiarto mengatakan PB Djarum tidak memiliki kaitan dengan rokok. Dia menuturkan PB Djarum juga melarang keras atlet-atletnya merokok. Jika ada atlet yang ketahuan merokok pasti dikeluarkan. "Kita sebagai orangtua tidak disuruh beli rokok, mempromosikan rokok. Tidak ada itu semua," kata Sugiarto.
Dia mengaku bingung ketika ada lembaga yang ingin mengembangkan potensi atlet Indonesia justru menjadi polemik. Menurut dia PB Djarum telah membuktikan hasil binaan mereka selama ini. Dia mengatakan banyak pebulutangkis muda dan orangtua atlet kecewa jika audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum berhenti.
Sugiarto memberikan contoh bagaimana di tempat tinggalnya di Desa Sumber Ayu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur banyak anak-anak yang berlatih bulutangkis. Mereka mendapat dukungan penuh dari orangtuanya. Para orangtua ingin menjadikan anak-anaknya seperti Kevin.
"Semenjak Kevin jadi, banyak anak-anak di desa saya termotivasi. Kalau ditanya mereka ingin jadi apa, mereka ingin jadi seperti Kevin. Mereka sudah latihan siap-siap ikut audisi Djarum tahun depan," tutur Sugiarto.
"Kalau tidak ada lagi, itu memutus impian anak-anak dan orangtua," imbuh Sugiarto.
Baca: KPAI Tuding PB Djarum Eksploitasi Anak, Rudy Hartono Usul Dilakukan Survei
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto menegaskan polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Djarum Foundation telah usai.
Audisi umum beasiswa bulutangkis yang diselenggarakan Djarum Foundation akan berlanjut hingga 2019, kemudian hadir dalam konsep baru.
Baca: Polemik Berhentinya Audisi Umum PB Djarum, Terasanya Nanti, Bukan Sekarang
"Sudah selesai. Sampai 2019 nanti dilanjutkan. Nanti ada konsep baru. Sudah ada pembicaraannya," ujar Wiranto yang tidak membocorkan konsep baru tersebut di Kementerian Politik, Hukum dan HAM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kevin-sanjaya-sukamuljo-saat-diwawancarai-seusai-mendapatkan-bonus.jpg)