358 Peserta Masuk Tahap Turnamen

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 kembali digelar dan kali ini singgah di Kota Surabaya.

358 Peserta Masuk Tahap Turnamen
dok. PR Megapro Communications
Suasana pembukaan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Surabaya, di GOR Sudirman, Surabaya, Minggu (20/10) pagi. Sebanyak 815 peserta putra dan putri mengikuti Audisi Umum yang digelar pada 20-22 Oktober 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 kembali digelar dan kali ini singgah di Kota  Surabaya.

Para pebulutangkis belia datang dari berbagai kabupaten/kota di Tanah Air, menjajal kemampuan di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Ajang pencarian bibit-bibit pemain bulutangkis calon juara dunia ini terbagi dalam dua kelompok usia, yakni U-11 (di bawah usia 11 tahun) dan U-13 (di bawah usia 13 tahun), baik putra maupun putri.

Pada hari pembuka Audisi Umum yakni Minggu (20/10), digelar Tahap Screening dimana sebanyak 815 peserta bertanding berdasarkan kategori usia masing-masing dalam durasi sekitar sepuluh menit.

Selama waktu pertandingan itu, Tim Pencari Bakat yang dipimpin oleh sang peletak pondasi ganda Indonesia, Christian Hadinata, melakukan seleksi siapa saja peserta yang berhak melaju ke Tahap Turnamen.

Selain Christian, para legenda bulutangkis Indonesia serta tim pelatih PB Djarum yang termasuk dalam Tim Pencari Bakat, terdiri dari Sigit Budiarto, Hastomo Arbi, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Denny Kantono, Fung Permadi, Liliyana Natsir, Engga Setiawan, Yudha Wiratama, Reni, Juniar Setioko Tenggono, Ronald Sanduan, dan Imam Tohari.

Sigit, anggota Tim Pencari Bakat pelatih yang juga pelatih khusus sektor ganda di PB Djarum, menyoroti peningkatan kualitas permainan yang disuguhkan ratusan pemain bulutangkis muda ini.

"Saya yakin atlet-atlet ini memantau perkembangan Audisi Umum, sejak digelar di Bandung dan Purwokerto. Mereka mengamati lalu mempersiapkan diri dan berlatih giat, jelang Audisi Umum di Surabaya ini," tuturnya.

Pasangan Candra Wijaya yang berhasil meraih gelar juara dunia tahun 1997 dan juara All England tahun 2003 ini memiliki kriteria khusus dalam pencarian bakat-bakat di Audisi Umum di Surabaya.

"Yang saya amati secara spesifik adalah skill, kecepatan, kelincahan, dan kecerdasan. Ketika empat hal ini saya temukan, tak sulit bagi sang anak untuk lolos ke Final Audisi nanti di Kudus," ungkap Sigit.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved