Kobe Bryant Meninggal Dunia

Terpukul oleh Kabar Duka Kobe Bryant, Daniel Wenas: Sampai Sekarang Rasanya Sesak di Dada Saya

Daniel Wenas yang telah menggemari Kobe Bryant sejak kecil pun mengungkapkan kesedihannya, lebih lagi putri Kobe Bryant juga menjadi korban

Terpukul oleh Kabar Duka Kobe Bryant, Daniel Wenas: Sampai Sekarang Rasanya Sesak di Dada Saya
Dok.IBL
Daniel Wenas, kapten Lauvre Surabaya saat tampil menghadapi Prawira Bandung pada seri pertama IBL 2020, GOR Sahabat, Semarang, Sabtu (11/1/2020). Dok: IBL 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pebasket Louvre Surabaya, Daniel Wenas turut berduka atas insiden meninggalnya legenda pebasket dunia, Kobe Bryant.

Kobe Bryant berpulang setelah helikopter yang ditumpangi bersama putrinya, Gianna Bryant berserta tujuh penumpang lainnya termasuk pilot mengalami insiden kemudian terjatuh di Calabasas, California, Amerika, Minggu (26/1/2020).

Daniel Wenas yang telah menggemari Kobe Bryant sejak kecil pun mengungkapkan kesedihannya, lebih lagi putri Kobe Bryant juga menjadi korban dari insiden tersebut.

“Dini hari, ada teman yang membagi kabar berita ini. Mungkin sampai sekarang rasanya masih sesak di dada saya. Karena yang pergi adalah idola saya sejak kecil, bahkan kepergiannya terasa sangat menyedihkan karena anaknya juga ikut dalam insiden tersebut,” kata Daniel.

Baca: Analisis Tim dengan Pertahanan dan Lini Serang Tersolid Musim 2020: Perbandingan Persib-Persebaya

Baca: Gaji Tak Dibayarkan Klub Belgia, Firza Andika Ingin Pulang ke Indonesia dan Bela PSM Makassar

Baca: Prediksi Formasi Persija Jakarta Musim 2020: Lini Tengah Solid, Winger Gesit, Barisan Depan Sangar

Baca: Pelatih Persib Inginkan Irfan Bachdim yang Akan Dibuang Bali United: Syarat Deal Kurang Dua Hal

Baca: Seputar Helikopter yang Angkut Kobe Bryant: Mewah Bak Limosin Terbang

“Mungkin saya tidak kenal, dan tidak pernah bertemu secara langsung. Tetapi ini benar-benar peristiwa yang menyedihkan, khususnya bagi anak basket,” sambungnya.

Daniel mengenang Kobe sebagai salah satu idola dalam dunia basket. Daniel adalah anak 90'an yang mulai mengenal basket di masa-masa pensiun Michael Jordan, dan dilanjutkan dengan era keemasan Kobe Bryant.

Daniel merasa bahwa Kobe bukan hanya sekadar idola dalam permainan, bahkan dalam hal perlengkapan basket, khususnya sepatu edisi khas Kobe Bryant.

“Saya main basket di usia 9 tahun. Dan, sosok yang saya lihat saat itu ya Kobe Bryant. Ditambah lagi, akhir-akhir ini, dia (Kobe) tengah hangat dibicarakan karena seringnya terlibat pembicaraan dengan LeBron James. Menarik untuk melihatnya. Tetapi kini, berita duka ini benar-benar membawa kesedihan bagi basket dunia,” kenangnya.

Daniel pun berharap keluarga yang ditinggalkan tabah. Karena yang pergi bukan hanya Kobe Bryant, melainkan Gianna yang juga mulai merintis karier sebagai pemain basket.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved