Minggu, 31 Mei 2026

Pihak BWF Didesak Tunda Penggunaan Shuttlecock Sintetis

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mendapat desakan agar menunda sementara rencana penggunaan shuttlecock sintetis.

Tayang:
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Badminton World Championship 

Tak hanya mencari pengganti, BWF juga harus mampu kembali membangun sistem mekanisme kualifikasi bagi siapapun yang ingin berlaga dalam turnamen tersebut.

Mengingat biasanya secara kalender, siklus kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia membutuhkan waktu 52 minggu sebelum hari H.

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, berpose dengan bendera Merah Putih usai memenangi medali emas Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019).
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, berpose dengan bendera Merah Putih usai memenangi medali emas Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). (Badminton Indonesia)

Kota yang menjadi tuan rumah ajang Kejuaraan Dunia ke-26 tahun depan adalah Huelva, Spanyol.

Menanggapi situasi demikian, Sekretaris Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) yakni Datuk Kenny Goh melayangkan pandangannya terhadap masalah tersebut.

Datuk Kenny Goh menganggap bukanlah hal ideal untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia di tahun yang sama dengan Olimpiade.

"Jika BWF masih ingin menyelenggarakan Kejuaraan Dunia itu berarti akan ada tiga turnamen besar tahun depan mulai dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan Piala Sudirman," ungkap Denny Goh, dikutip dari The Star.

"Jangan lupa bahwa BWF World Tour Finals juga dianggap sebagai turnamen besar oleh BWF sehingga akan menjadi empat, tentu itu terlalu banyak," tambahnya.

Denny Koh menilai ajang Kejuaraan Dunia 2021 bisa saja dihapus saja mengingat waktu penyelenggaraannya hampir bebarengan dengan Olimpiade.

"Saya pikir kita harus berani membatalkan Kejuaraan Dunia karena itu diadakan setiap tahun," jelas Denny Koh.

"Saya yakin Jepang akan menjadikan Olimpiade sebagai ajang paling berkesan buat mereka mengingat apa yang terjadi pada tahun ini," sambungnya.

Walaupun demikian, usulan Denny Koh bisa saja ditolak BWF sehingga ia menyerahkan semua keputusan terkait hal itu ke pihak yang bersangkutan.

"Pada akhirnya itu sepenuhnya kewenangan BWF," akhirnya.

Menarik untuk melihat bagaimana tanggapan BWF terhadap masukan tersebut perihal peniadaan Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun depan.

(Tribunnews/Dwi Setiawan)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved