Breaking News:

Pelatnas Cipayung Jalan Terus di Tengah Pandemi Corona: Program Latihan Tak Biasa

Pelatnas Cipayung baru akan mulai menerapkan program latihan intensif mulai 2 Juni 2020 atau setelah hari raya Idul Fitri.

Tribunnews/JEPRIMA
Mantan Atlet Bulutangkis Susi Susanti saat memberikan arahan kepada atlet didiknya disela-sela wawancara khusus dengan tim Tribunnews di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2019). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk tetap mengadakan kegiatan latihan di sela karantina tertutup di area Pelatnas Cipayung.

Akan tetapi program latihan yang dilangsungkan tidaklah seperti biasanya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan tujuan utama latihan di masa ini hanya untuk menjaga kebugaran atlet.

Pelatnas Cipayung baru akan mulai menerapkan program latihan intensif mulai 2 Juni 2020 atau setelah hari raya Idul Fitri.

Latihan pada tahap ini sudah mulai normal kembali karena para atlet akan menjalani program persiapan menuju turnamen, seandainya turnamen sudah bisa berjalan pada Agustus 2020.

“Latihan sekarang ini tetap ada, mencakup teknik dan fisik, tapi hanya untuk jaga performa, stroke akurasi saja. Porsi latihannya sekitar 40-50 persen saja, yang terpenting saat ini menjaga kesehatan atlet, jadi menyesuaikan dengan kondisi atlet, program sesuai arahan pelatih masing-masing sektor,” ujar Susy.

Lebih lanjut, Peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 ini juga mengimbau para atlet untuk disiplin menjaga performa mereka, terutama atlet-atlet muda agar 'feel' permainan mereka tidak hilang.

“Atlet muda memang harus tetap latihan stroke dan akurasi, karena di bagian ini mereka masih belum matang, sehingga mereka harus lebih konsisten latihan, agar feel akurasi dan stroke-nya tidak hilang setelah lama absen turnamen dan latihan intensif,” ujarnya.

Dijelaskan Susy bahwa kondisi ini juga mengharuskan PBSI mengatur ulang program dengan seefektif dan seefisien mungkin untuk para atlet, terutama mereka yang diprioritaskan menuju olimpiade.

“Perubahan jadwal olimpiade tentu ada dampaknya buat atlet, mereka harus mempersiapkan diri lebih lama, kondisi tubuh harus dijaga, performa nanti ditingkatkan lagi dan diatur ulang sehingga puncaknya bisa dicapai di olimpiade,” jelas Susy. 

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved