Rabu, 3 Juni 2026

BWF World Tour 2020

Sekjen BWF Ungkap Perkembangan Terbaru Bulu Tangkis Dunia

Semua turnamen yang berada di bawah naungan Federasi Bulu Tangkis Dunia Dunia (BWF) tercatat telah dibekukan sejak pertengahan Maret lalu.

Tayang:
Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Gigih
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Badminton World Championship 

TRIBUNNEWS.COM - Semua turnamen yang berada di bawah naungan Federasi Bulu Tangkis Dunia Dunia (BWF) tercatat telah dibekukan sejak pertengahan Maret lalu.

Hal itu terpaksa dilakukan karena pandemi virus corona yang tengah melanda berbagai belahan dunia.

Akibatnya tak sedikit negara yang memutuskan untuk memberlakukan pembatasan maupun pelarangan perjalanan keluar negeri.

Terbaru, Thomas Lund selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) BWF mengungkapkan pihaknya sedang berusaha menata ulang jadwal BWF World Tour 2020.

"Kami telah bersiap untuk turnamen sesegara mungkin," ujar Thomas Lund kepada AFP, dilansir New Straits Times.

"Termasuk merumuskan kalender turnamen BWF yang akan segera diperbarui untuk tahun 2020," lanjutnya.

Baca: BAM Usulkan Perubahan Jadwal Malaysia Open 2020 ke BWF

Baca: Rencana Pembatalan Indonesia Masters Buat Sang Semifinalis Tahun Lalu Ketar-Ketir

Thomas Lund menambahkan BWF akan segera merilis jadwal terbaru jika pihaknya sudah selesai menyusunnya.

Namun, dia mengingatkan situasi saat ini masih sulit untuk diprediksi.

"Tetapi pada saat ini, sulit untuk memprediksi kapan perjalanan internasional dan pembatasan masuk akan dicabut oleh masing-masing negara maupun wilayah," sambung Thomas Lund.

"Harus ada jaminan bagi para pemain, rombongan mereka, pejabat dan staf yang berpartisipasi dalam turnamen agar tetap aman," harapnya.

Sebelumnya, BWF telah mengambil beberapa langkah menyikapi berbagai penangguhan turnamen penting.

Salah satunya yakni perubahan terbaru tanggal perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020.

Sekedar informasi, akibat pandemi corona membuat Piala Thomas dan Uber 2020 sempat mengalami dua kali penundaan.

Sebelumnya Piala Thomas dan Uber dijadwalkan pada 16-24 Mei 2020, kemudian diundur menjadi 15-23 Agustus 2020.

Terbaru, perebutan supremasi bergengsi beregu putra dan putri ini akan dihelat pada 3-11 Oktober 2020 di Aarhus, Denmark.

Penundaan yang sempat terjadi itu akibat dari kondisi tuan rumah yang tak memungkinkan untuk melaksanakan Piala Thomas dan Uber 2020 tanggal tersebut.

Pemerintah Denmark sendiri mengambil kebijakan untuk larangan mengumpulkan orang dalam skala besar hingga akhir Agustus 2020.

Namun dalam perkembangan terbaru, BWF dan Asosiasi Badminton Denmark telah menentunkan bahwa bahwa bulan Oktober dirasa waktu yang paling tepat untuk Piala Thomas dan Uber.

Dikutip Tribunnews dari laman resmi PBSI, hasil keputusan BWF seperti yang tertulis dalam siaran pers.

Saat ini BWF dan Badminton Denmark telah berdiskusi dengan WHO (World Health Organization) dan para ahli kesehatan.

Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri-kanan) saat berlaga melawan Kittisak Namdash/Nipitphon Phuangphuapet (Thailand) pada babak penyisihan Grup B Piala Thomas 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Selasa (22/5/2018).
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri-kanan) saat berlaga melawan Kittisak Namdash/Nipitphon Phuangphuapet (Thailand) pada babak penyisihan Grup B Piala Thomas 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Selasa (22/5/2018). (badmintonindonesia.org)

Baca: ON THIS DAY - Sang Jawara All England dan Pemilik Smash Mematikan, Praveen Jordan, Dilahirkan

Baca: Lima Pemain Baru Ganda Putra Dunia Paling Potensial Versi Mathias Boe, Ada Wakil Indonesia

Bahwa akan sangat sulit untuk menyelenggaraan turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber sebelum bulan September.

Sementara itu PP PBSI masih belum bisa menentukan langkah-langkah strategi dalam kejuaraan bergengsi ini.

Hal ini dikonfimasi oleh Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI yang mengatakan PP PBSI masih menunggu informasi jadwal turnamen sebelum perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020.

"Persiapan ke Piala Thomas dan Uber masih belum bisa ditentukan karena penyusunan strateginya tergantung jadwal turnamen-turnamen sebelumnya.

Kalau dilangsungkan Oktober, berarti kita punya waktu lima bulan lagi," kata Budiharto.

Budiharto menambahkan, keputusan ini secara tidak langsung dapat menguntungkan pihak tuan rumah karena mereka akan lebih dapat mempersiapkan diri.

Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI
Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI (Badmintonindonesia.org)

Baca: Dukungan PBSI Setelah PON 2020 Ditunda, Sambut Positif Keputusan Pemerintah

Baca: Fokus Indonesia Open, PBSI Ajukan Pembatalan Turnamen Indonesia Masters 2020

"Kepastian tanggal ini akan menguntungkan untuk tuan rumah karena mereka sudah bisa menentukan langkah-langkah persiapan menuju kejuaraan tersebut.

Tapi untuk para peserta, harus dilihat dulu turnamen apa yang dilangsungkan sebelumnya," lanjutnya.

Di sisi lain, BWF masih belum mengumumkan jadwal turnamen-turnamen internasional selain Piala Thomas dan Uber 2020.

Idealnya, ada turnamen-turnamen yang dilangsungkan sebelum turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber sehingga atlet bisa kembali ke atmosfer pertandingan setelah absen bertanding cukup lama.

"Memang akan lebih baik ada turnamen dulu sebagai pemanasan, pemain juga perlu berada di situasi kompetisi untuk membuat mereka lebih siap, lebih terbiasa dan lebih terkondisi."

"Karena latihan tanpa kompetisi itu feel-nya beda," terangnya.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah Chen Long pada semifinal Piala Thomas 2018 melawan China di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (25/5/2018) malam WIB.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah Chen Long pada semifinal Piala Thomas 2018 melawan China di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (25/5/2018) malam WIB. (badmintonindonesia.org)

Baca: PBSI Tunggu Keputusan BWF Terkait Jadwal Indonesia Open 2020 Super 1000

Adapun menurut Budiharto, bahwa penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber di bulan Oktober merupakan waktu yang ideal terkait dengan kondisi yang ada di Tanah Air.

"Kalau lihat perkiraan di Indonesia, puncak Covid-19 akan ada di bulan Mei, jadi bulan Juli atau Agustus mudah-mudahan sudah bisa normal.

"Kalau perkiraan ini tepat, saya rasa Oktober ini waktu yang ideal. Artinya kita punya waktu bulan Agustus dan September untuk mematangkan persiapan, tapi sekali lagi, sangat tergantung di depannya ada turnamen apa," pungkasnya.

Pada gelaran Piala Thomas dan Uber 2018 lalu, tim Tiongkok merebut Piala Thomas setelah mengalahkan Jepang dengan skor 3-1. Sedangkan tim Indonesia finis di semifinal.

(Tribunnews/Dwi Setiawan, Ipunk)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved