Breaking News:

Indonesia Open

PBSI Tunggu Keputusan BWF Terkait Jadwal Indonesia Open 2020 Super 1000

PP PBSI masih menanti jawaban BWF terkait penjadwalan ulang turnamen Indonesia Open 2020 BWF World Tour Super 1000 akibat pandemi corona.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo menunjukkan medali usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - PP PBSI masih menanti jawaban Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait penjadwalan ulang turnamen Indonesia Open 2020 BWF World Tour Super 1000 akibat pandemi corona.

Semula turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut dijadwalkan pada 16-21 Juni kemudian diundur menjadi 29 September – 4 Oktober 2020.

Namun, perubahan jadwal tersebut dikatakan Sekretaris Jendral PP PBSI Achmad Budiharto masih menunggu restu dari BWF.

"Hingga saat ini BWF masih belum menentukan bagaimana kelanjutan event yang di-suspend."

"Jadi kami masih terus menunggu keputusannya, sambil mempersiapkan apa yang bisa disiapkan panitia di sini," kata Achmad Budiharto dikutip dari laman Badmintonindonesia.org.

Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting melawan Tommy Sugiarto dalam babak 16 besar Indonesia Open 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). Anthony Ginting berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang dengan skor 21-16 dan 21-15.  Tribunnews/Jeprima
Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting melawan Tommy Sugiarto dalam babak 16 besar Indonesia Open 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). Anthony Ginting berhasil melaju ke babak perempat final setelah menang dengan skor 21-16 dan 21-15. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca: Nasib Piala Thomas dan Uber 2020 Belum Jelas, Sekjen PBSI Tetap Ikuti Keputusan BWF

Baca: PBSI Sudah Membuat Protokol yang Ketat Terkait Pelatnas kata Achmad Budiharto

Saat ini langkah yang diambil PBSI yakni memberikan informasi kepada pihak Istora Senayan selaku pihak penyelenggara.

Informasi tersebut terkait antisipasi panitia penyelenggara atas ketersediaan lokasi penyelenggaraan Indonesia Open 2020.

"Update terbaru adalah kami secara resmi sudah menyampaikan kepada pihak Istora bahwa event pasti akan ditunda dari jadwal awal."

"Dintunda sampai kapan, kami sudah infokan bahwa kami masih menunggu keputusan BWF dan pihak Istora mengerti keadaannya," terangnya.

Lebih lanjut, PP PBSI juga terus menjalin komunikasi dengan manajemen Istora untuk mencari waktu yang tepat menyelenggarakan Indonesia Open 2020.

Halaman
1234
Penulis: Rochmat Purnomo
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved