Jumat, 24 April 2026

Bulutangkis

Kalender Bulutangkis Dunia Berubah Lagi, Petinggi BWF Beberkan Alasannya

Sekretaris Umum BWF angkat bicara terkait kalender bulutangkis dunia yang kembali berubah.

DOK. BWF
Logo BWF. - Sekretaris Umum BWF angkat bicara terkait kalender bulutangkis dunia yang kembali berubah. 

TRIBUNNEWS.COM - Federasi bulutangkis dunia (BWF) memutuskan untuk mengubah kalender badminton dunia.

Turnamen seperti Indonesia Open 2021 dan Piala Sudirman 2021 pun tak luput dari perubahan jadwal.

Petinggi BWF memberi penjelasan terkait penyesuaian jadwal gelaran bulutangkis dunia yang belum lama dirilis.

Berikut adalah 5 pertandingan bulu tangkis terbaik dan tak terupakan di sepanjang tahun 2019 yang dikutip dari BWF.
Berikut adalah 5 pertandingan bulu tangkis terbaik dan tak terupakan di sepanjang tahun 2019 yang dikutip dari BWF. (badmintonindonesia.org/PBSI)

Baca juga: Tak Lagi Menggebu soal Gelar, Chen Long Ungkap Tujuan Utamanya di Dunia Bulutangkis

Sekretaris Umum BWF, Thomas Lund, mengatakan adanya pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama terjadinya kembali penyesuaian jadwal.

BWF lantas mencari solusi terbaik untuk menggelar turnamen di tengah angka kasus postif Corona yang masih tergolong tinggi di berbagai belahan dunia.

"Kalender terbaru ini sebagai perwujudan turnamen yang benar-benar bisa dimainkan dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Thomas Lund dikutip dari laman BWF.

"Eropa memang menjadi tempat paling kondusif untuk menggelar turnamen."

Baca juga: Setelah Menang di Spanyol, Kisona Selvaduray Umbar Target Selanjutnya

"Karena angka vaksinasi yang tinggi dan jumlah pembatasan perjalanan yang tak terlalu banyak," sambungnya.

Meski demikian, BWF tetap mempertimbangkan negara-negara di Asia untuk menggelar ajang bergengsi.

Indonesia menjadi satu di antara pihak yang paling getol mengajukan diri sebagai tuan rumah turnamen badminton kelas dunia.

Pada akhirnya, negara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini mendapat amanah untuk menggelar tiga turnamen sekaligus.

BWF World Tour Finals 2019: Dikalahkan Momota, Anthony Ginting Harus Puas jadi Runner Up
BWF World Tour Finals 2019: Dikalahkan Momota, Anthony Ginting Harus Puas jadi Runner Up (badmintonindonesia.org/PBSI)

Sistem bubble atau kompetisi terpusat dipilih sebagai syarat penyelenggaraan.

Sistem kompetisi terpusat sejatinya sudah tak asing lagi bagi para pebulutangkis.

Pasalnya, BWF pernah memberlakukan aturan serupa saat menggelar turnamen di Thailand awal tahun ini.

"Banyak negara di Asia yang ingin menjadi tuan rumah turnamen bulutangkis, tetapi jawaban yang kami terima soal pembatasan terkait Covid-19 membuat hanya sedikit negara yang bisa menggelar turnamen," ujar Thomas Lund.

Baca juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020, Chen Long Curhat Susahnya Jadi Pemenang Medali Emas

BWF pun berkonsultasi dengan PBSI untuk menyelenggarakan turnamen di Bali dengan sistem bubble.

"Kami bekerja sama dengan PBSI untuk menggelar turnamen berdurasi tiga pekan dengan sistem bubble di Bali," lanjut Thomas Lund.

"Hal itu sama seperti yang kita semua lihat di Bangkok awal tahun ini."

"Dan kami terus berusaha menggelar turnamen di Asia dalam periode ini," tukasnya.

Untuk diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah tiga turnamen sekaligus.

Ajang Indonesia Masters 2021 akan menjadi turnamen pembuka yang rencananya digelar di Bali.

Ahsan/Hendra vs Endo/Yuta di final BWF World Tour Finals 2019
Ahsan/Hendra vs Endo/Yuta di final BWF World Tour Finals 2019 (instagram/bwf.official)

Event yang memiliki level 750 ini bakal berlangsung pada 16 hingga 21 November 2021.

Setelah itu, Indonesia Open 2021 bakal berlangsung.

Indonesia Open 2021 akan dimulai pada 23-28 November 2021.

Ajang BWF World Tour Finals akan menjadi penutup turnamen bulutangkis yang rencanya digelar di Bali.

BWF World Tour Finals akan dimulai pada 1-5 Desember 2021.

Berita terkait Bulutangkis lainnya

(Tribunnews.com/Guruh)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved