Rabu, 3 Juni 2026

Bulutangkis

Tak Risau Lawan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020, Ganda Putri Malaysia Lebih Takut Hal Ini

Pasangan ganda putri Malaysia lebih mencemaskan soal Covid-19 daripada lawan-lawan yang dihadapi di Olimpiade Tokyo 2020.

Tayang:
instagram/mengyean.nyek
Ganda Putri Andalan Malaysia, Lee Meng Yean/Chow Mei Kuan. Pasangan ganda putri Malaysia lebih mencemaskan soal Covid-19 daripada lawan-lawan yang dihadapi di Olimpiade Tokyo 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Ganda putri andalan Malaysia, Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean bersiap untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Hasil drawing Olimpiade Tokyo 2020 sayangnya menempatkan Chow/Lee di grup yang terbilang cukup ketat.

Selain satu grup dengan pemain Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, Chow/Lee juga mesti berhadapan dengan andalan Indonesia.

Dalam drawing tersebut, keduanya juga akan berhadapan dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Ganda Putri Andalan Malaysia, Lee Meng Yean/Chow Mei Kuan
Ganda Putri Andalan Malaysia, Lee Meng Yean/Chow Mei Kuan (instagram/mengyean.nyek)

Baca juga: 5 Hal yang Jadi Biang Keladi Keributan di Bulutangkis Inggris Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Sedangkan satu tempat tersisa di grup tersebut akan diisi oleh ganda putri Inggris, Chloe Birch/Lauren Smith.

Keempat pasang pebulutangkis itu akan saling berjibaku di Grup A Olimpiade Tokyo 2020.

Meski dikepung lawan yang tak mudah, Chow/Lee mengaku mengkhawatirkan hal lain.

Mereka lebih takut memikirkan tentang pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, termasuk Jepang.

Baca juga: Hasil Drawing Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Ujian Berat Ganda Putra di Fase Awal

Menurutnya, tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko terkena Covid-19 sama pentingnya dengan mempersiapkan diri untuk menghadapi lawan mereka.

"Sangat penting untuk menjaga diri kita sendiri," ungkap Mei Kuan dikutip dari laman The Star.

"Kita benar-benar harus waspada setiap saat karena kita akan tinggal di kampung atlet selama Olimpiade," sambungnya.

Mei lantas memberi contoh tentang tindakan pencegahan yang dilakukan Jepang.

Negeri Matahari terbit itu menyuruh para atletnya untuk tinggal di hotel.

Ekspresi pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu usai berhasil mengalahkan wakil Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygese pada Final indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Greysia Polii dan Apriyani Keluar sebagai Juara Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen  tiga set dengan skor 18-21, 21-11, dan 23-21. Tribunnews/Jeprima
Ekspresi pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu usai berhasil mengalahkan wakil Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygese pada Final indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Greysia Polii dan Apriyani Keluar sebagai Juara Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen tiga set dengan skor 18-21, 21-11, dan 23-21. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Hal itu dilakukan untuk meminimalkan kontak dengan atlet dari negara lain.

"Bahkan tim Jepang telah mengatur agar para pemain mereka tinggal di hotel untuk menghindari kontak dengan pesaing asing lainnya," ujar Mei Kuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved