Breaking News:

Indonesia Raih Piala Thomas 2021, Marcus Gideon: Nggak Apa-apa Saya Nggak Main, yang Penting Juara 

Marcus Fernaldi Gideon tak mempermasalahkan dirinya yang tak bermain di laga pamungkas Thomas Cup 2020.

Pedro PARDO / AFP
Pemain Indonesia Marcus Fernaldi Gideon melakukan pukulan di sebelah pemain Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dalam pertandingan perempat final bulu tangkis ganda putra Soh Wooi Yik dari Malaysia dan Aaron Chia dari Malaysia selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli, 2021. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 
TRIBUNNEWS.COM - Marcus Fernaldi Gideon tak mempermasalahkan dirinya yang tak bermain di laga pamungkas Thomas Cup 2020.
Sebab bagi Marcus yang terpenting adalah Indonesia menjadi juara. 
Hal ini disampaikan Kurniahu Gideon, ayah dari Marcus Gideon, saat diwawancarai khusus oleh Tribunnetwork, Senin (18/10).
Marcus biasanya menjadi pilihan pertama Indonesia sebagai ganda putra bersama Kevin Sanjaya.
Namun masalah kebugaran Marcus, akhirnya membuat pelatih Herry IP menduetkan Kevin bersama Daniel Marthin. 
"Kemarin pas menang, saya WhatsApp, saya telepon, saya selamatin. 'Selamat ya, sukses ya'. Marcus bilang 'nggak apa-apa pah, nggak main yang penting kita juara'," ujar Kurniahu, Senin (18/10/2021).
Awalnya, Kurniahu juga sempat bertanya-tanya karena tak melihat nama putranya di line up laga pamungkas Indonesia versus Tiongkok. Dia pun menghubungi Marcus. 
"Ya saya cuma tanya, kok nggak main kenapa. Terus dijawab 'nggak apa-apa, ini kan namanya tim, jadi ada keputusan tim, pelatih, manajer, pasti itu yang terbaik. Tuhan pasti yang terbaik'. Gitu katanya," ucapnya. 
Mendengar jawaban putranya, Kurniahu lantas memberikan semangat dengan menyampaikan bahwa ini kesempatan bagi Marcus untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum berlaga di turnamen lain. 
Marcus yang menjadi salah satu punggawa Tim Thomas Indonesia tetap membuat Kurniahu bangga meski tak berlaga di final.
Sebab kemenangan Indonesia membuat Piala Thomas kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. 
"Kan kita sudah lama tidak pernah menang di Piala Thomas, sudah tidak balik ke Indonesia selama 19 tahun lamanya. Saya ingat terakhir tahun 2002 waktu itu Hendrawan, penentuan itu," kata Kurniahu. 
"Jadi ya saya sangat bangga, kebetulan anak saya (termasuk) Tim Indonesia, yang membawa Piala Thomas ke pangkuan Indonesia lagi. Saya sebagai orang tua, penggemar dan pembina bulutangkis, saya gembira sekali," tandasnya. 
Mimpi yang Belum Kesampaian

Marcus masih terus merajut mimpi untuk meraih juara dunia dan juara olimpiade.

Begitulah yang disampaikan ayah Marcus yakni Kurniahu Gideon.

"(Mimpi dia itu) Dia kan ingin juara dunia dan juara olimpiade," ujar Kurniahu.

Kurniahu menuturkan sang putra memang sudah meraih kemenangan di berbagai turnamen.

Akan tetapi, kejuaraan dunia dan olimpiade masih terus membuat Marcus penasaran karena kekalahan yang didapat.

“Kalau super series, All England, ASIAN Games, SEA Games, semuanya sudah berakhir. Kalau mungkin dia juara dunia dan juara Olimpiade, saya pikir mungkin itu sudah cukup untuknya. Pokoknya mimpinya jadi juara dunia dan juara dunia. Juara olimpiade,” katanya.

Oleh karena itu, dia berharap Marcus nantinya bisa menjadi juara dunia dan olimpiade seperti yang diimpikan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved