MotoGP Mandalika

Pawang Hujan, Instrumen Pendukung MotoGP Mandalika 2022 yang Berbasis Kearifan Lokal

Ajang MotoGP Mandalika 2022 turut melibatkan pawang hujan yang dianggap sebagai kearifan lokal

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Husein Sanusi
Tribunnews.com/Dwi Setiawan
Jasa pawang hujan turut digunakan di Sirkuit Mandalika. Ajang MotoGP Mandalika 2022 turut melibatkan pawang hujan yang dianggap sebagai kearifan lokal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com / Dwi Setiawan

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah usaha pihak penyelenggara MotoGP Mandalika 2022 untuk memodernisasi keberadaan sirkuit balapan di mata dunia.

Nyatanya instrumen pendukung berbasis kearifan lokal masih digunakan oleh pihak otoritas sirkuit untuk menyukseskan MotoGP Mandalika 2022.

Tepat sekali, pihak otoritas sirkuit ternyata masih memanfaatkan kearifan lokal yang tak lain yakni keberadaan pawang hujan.

Keberadaan pawang hujan tentu cukup menarik perhatian mengingat hal yang sama jarang digunakan di luar negeri.

Jasa pawang hujan turut digunakan di Sirkuit Mandalika.
Jasa pawang hujan turut digunakan di Sirkuit Mandalika. (Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Baca juga: Duo Pembalap Rookie KTM Tech3 Ingin Maksimalkan Kecepatan di MotoGP Mandalika 2022

Ialah Rara yang saat ini punya peran unik sebagai pawang hujan di gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022.

Rara sendiri telah digandeng pihak otoritas sirkuit untuk menjadi pawang hujan sejak tes pramusim MotoGP 2022, bulan lalu.

"Rara sudah mengawal sejak tes pramusim MotoGP bulan lalu, dilanjutkan pengaspalan hingga nanti agenda balapan MotoGP," ungkap Rara ketika ditemui Tribunnews di Area Sirkuit Mandalika, Selasa (15/3/2022).

"Saya sudah beberapa kali mengawal event besar juga seperti pelantikan presiden, upacara bendera, opening Asean Games, dan sekarang MotoGP,".

Baca juga: Fakta Penginapan Unik di Pantai Kuta Mandalika, Digandeng ITDC hingga Kuota 75 Tenda

Lebih lanjut, Rara menjelaskan perannya dalam membantu event MotoGP sejak tes pramusim, bulan Februari lalu.

Pada tes pramusim lalu, Rara menjelaskan bahwa cuaca yang mewarnai agenda tersebut berjalan sesuai rencana.

"Pada tes pramusim lalu selama tiga hari, pada hari pertama diminta tidak terlalu panas," jujur Rara.

"Lalu hari kedua cerah, dan ketiga cerah banget, aman karena tidak ada hujan sama sekali," tambahnya.

Lalu, untuk sesi pengaspalan ulang, ada beberapa momen selama beberapa hari perlu diturunkan hujan juga dan itu memang terjadi.

Pernyataan yang disampaikan Rara pun seakan menjadi sinyal bahwa kearifan lokal "Pawang Hujan" ternyata masih digandeng untuk membantu kesuksesan MotoGP Mandalika 2022. (*)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved