MotoGP
Keluhan Marc Marquez soal Format Baru Balapan MotoGP 2023, Alamat Makin Sering Cium Aspal
Marc Marquez kurang setuju dengan gagasan format baru balapan MotoGP 2023 yang menurutnya hanya bakal menambah intensitas kecelakaan saja.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
"Bagi saya sekarang di balapan akhir pekan, masalahnya adalah kami sudah tancap gas sejak Practice 1,” buka Marc Marquez dikutip dari laman Crash.
"Namun dengan format balapan sekarang ini, pembalap sudah harus menggunakan soft tier sejak sesi Practice pertama dan kedua. Kemudian ada Kualifikasi dan Sprint Race," sambung sang juara dunia 8 kali.
Padahal sebelum berubah format balapan MotoGP 2023, dalam 8 seri saja intensitas kecelakaan sudah tinggi.
Dengan diringkasnya sesi latihan bebas plus mencari waktu terbaik untuk Kualifikasi, maka setiap pembalap akan menguntir gas motornya hingga batas limited.
“Inilah yang saya katakan, bahwa untuk masa depan mungkin kita perlu mengevalusasi kembali."
"Saya tidak berpikir untuk menghentikan balapan Sprint, tapi mungkin lupakan tentang hari Jumat. Jumat harus menjadi latihan bebas dan kemudian hanya berkonsentrasi pada hari Sabtu," kata Marc Marquez memberikan solusi.
"Tapi semua pembalap kini sudah melewati batas untuk terus nge-push motornya," kata empunya nomor #93 ini.
Risiko dari berubahnya format MotoGP 2023 di paruh kedua musim ini ialah tingkat kecelakaan yang bakal kian bertambah.
(Tribunnews.com/Giri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.