Minggu, 31 Agustus 2025

Voli

Profil Wilfredo Leon di Final VNL 2023: Pemilik Servis 128 Km/Jam, Bantu Jaga Asa Polandia Juara

Polandia ke final VNL 2023 setelah mengalahkan Jepang 3-1 di babak semifinal. Wilfredo Leon tampil sebagai protagonis, berikut profilnya.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
YURI CORTEZ/AFP
Wilfredo Leon Venero dari Polandia mengatur bola di kolam renang babak penyisihan putra Pertandingan bola voli antara Polandia dan Iran selama Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Arena di Tokyo pada 24 Juli 2021. 

Lalu seperti profil seorang Wilfredo Leon yang sebenarnya?

Wilfredo adalah pevoli berkebangsaan Polandia yang lahir pada 31 Juli 1993.

Pemilik nama lengkap Wilfredo Leon Venero merupakan kelahiran Kuba dan dianggap salah satu pemain bola voli dengan kemampuan individu yang paling komplet di dunia.

Bahkan, bisa dibilang, pemain yang berposisi sebagai outsider hitter dengan tinggi badan 2,01 meter itu merupakan yang terbaik di dunia.

Leon, panggilannya, mendominasi olahraga voli dengan spike dan servis luar kuat. Seolah melengkapi kemampuannya dalam melompat yang juga tak kalah apik. 

Terlahir di Santiago de Cuba, Leon telah dewasa sebelum waktunya. Ia melakukan debutnya bersama tim nasional senior Kuba pada usia 14 tahun.

Pria kelahiran 31 Juli 1993 itu dikenal luas di kalangan voli internasional sebagai Lion King karena saat 17 tahun jadi kapten tim termuda. 

Kala itu, Leon mampu meraih medali perak di Kejuaraan Dunia 2010 di Italia bersama rekan-rekannya seperti Yoandi Leal dan Robertlandy Simon.

Prestasi itu membuat mereka dianggap sebagai tiga pemain paling berbakat dari yang mereka sebut Generation of Miracles dalam sejarah voli Kuba.

Namun, tiga tahun setelah itu, Leon dan Yoandri Diaz Carmenate melarikan diri dari Kuba hingga keduanya kehilangan kesempatan untuk membela Kuba. 

Sepanjang karier profesionalnya, Leon telah memenangkan Liga Champions CEV empat kali, meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) dua kali.

Karier Klub (Volleybox)

Wilfredo Leon mengawali karir di Cuba bersama Capitalinos, kemudian pindah ke Santiago De Cuba.

Kemudian ia mencoba petualangan baru ke Eropa dan bergabung dengan Zenit Kazan tahun 2014.

Tahun 2015 hingga 2016, ia kembali berpetualang, kali ini ke Liga Qatar bersama Al Rayyan SC. Kemudian pada tahun 2019, Leon memutuskan untuk mencicipi kompetisi salah satu liga voli terbaik dunia, yakni Italia.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan