Selasa, 6 Januari 2026

BWF World Tour

Dear BWF, Ubah Dulu Regulasi Kacau Perawatan Medis, Perpanjang Durasi Turnamen Belakangan

Wacana BWF perpanjang durasi turnamen harus diiringi dengan perombakan aturan perawatan medis bagi para atlet yang sempat memakan korban.

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
Dok. PBSI
FAJAR ALFIAN CEDERA - Fajar Alfian mengalami cedera kalah kala bertanding melawan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada Kamis (12/12/2024) di Hangzhou Gymnasium dalam gelaran BWF World Tour Finals. Fajar Alfian korban regulasi kacau BWF. (Dok. PBSI) 

TRIBUNNEWS.COM - Dear BWF, wacana terkait perpanjang durasi turnamen tak sepenuhnya buruk. Namun perlu diimbangi dengan peninjauan ulang terkait regulasi perawatan medis bagi para atlet.

Regulasi BWF terkait perawatan medis yang baru saja dirubah dalam beberapa waktu terakhir ini terbilang kacau. BWF World Tour Finals 2024 jadi bukti banyaknya 'korban' dari aturan 'aneh' tersebut.

Aturan BWF soal perawatan medis terbaru yang mana salah satunya semprotan dingin atau pain killer hanya dapat digunakan pemain/staf medis tim dan selama interval.

Mengutip BWF, dokter turnamen kini diizinkan untuk memasuki lapangan tanpa arahan dari wasit dalam kasus-kasus yang dicurigai sebagai serangan jantung atau dugaan gegar otak yang disertai pingsan.

Kemudian adanya penghapusan jatah semprotan dingin selama pertandingan yakni hanya satu semprotan dingin per-pemain per-pertandingan, yang disediakan oleh dokter turnamen, ditiadakan.

Selain itu, dokter turnamen tidak akan memberikan semprotan dingin kepada pemain selama interval.

Berkaca dari peraturan tersebut, maka tidak boleh ada pertolongan medis di tengah-tengah pertandingan.

Aturan tersebut diperbarui pada 15 November 2024 lalu tentu sebelum BWF World Tour Finals 2024 berlangsung.

Tepatnya berlaku sejak China Masters 2024, perawatan oleh tim medis turnamen hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu, yaitu saat jeda interval dan jeda antargim. 

Lee Zii Jia Korban Regulasi Aneh BWF
LEE ZII JIA - Lee Zii Jia (Malaysia) terkapar kesakitan ketika berhadapan dengan Li Shifeng (China) di BWF World Tour Finals 2024, Jumat (13/12/2024) di Hangzhou Gymnasium. (Foto: Tangkapan Layar BWF TV)

Korban regulasi kacau BWF terjadi sangat sering di ajang sekelas BWF World Tour Finals 2024 lalu.

Adapun 'korban' gegara aturan tersebut dialami oleh Aya Ohori tunggal putri Jepang, Ren Xianyu (China), Lee Zii Jia (Malaysia), dan Fajar Alfian (Indonesia).

Imbas dari regulasi itu membuat Fajar kecewa dengan BWF dan meminta federasi mengkaji ulang aturan 'aneh' tersebut.

"Memang sangat disayangkan dengan peraturan medis BWF yang terbaru," ungkap Fajar mengutip PBSI.

"Untuk insiden cedera seperti saya ini harusnya bisa diberikan pertolongan pertama, semoga aturan ini bisa ditinjau ulang," tandasnya.

Baca juga: Media Malaysia Kuliti BWF Serakah, Aaron Chia Sambut Getir Perpanjangan Durasi Turnamen

Ungkapan kekesalan juga dipaparkan oleh wakil Malaysia, Aaron Chia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved