Selasa, 19 Mei 2026

Kudus Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Panahan Junior Terbesar dalam Sejarah

Kejuaraan ini mempertandingkan tiga divisi utama: Recurve, Compound, dan Nasional (standard bow), dengan kelompok usia U-10, U-13, U-15, dan U-18.

Tayang:
HandOut/IST
KEJURNAS PANAH - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Ario Bimo Nandito Ariotedjo (tengah), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (tengah kanan), Ketua Umum PB Perbani Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat (pojok kanan), Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak (tengah kiri) dan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (pojok kiri) saat pembukaan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Supersoccer Arena, Kudus pada Sabtu (28/6). 

Kudus Tuan Rumah Kejurnas Panahan Junior Terbesar dalam Sejarah

TRIBUNNEWS.COM — Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2025 yang digelar pada 27 Juni hingga 5 Juli 2025.

Bertempat di Supersoccer Arena, kejuaraan ini diikuti oleh 876 atlet muda dari 28 provinsi di Indonesia, menjadikannya Kejurnas Panahan Junior terbesar dalam sejarah.

Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, mengapresiasi penyelenggaraan Kejurnas yang dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap panahan serta memperkuat proses regenerasi atlet nasional.

Menpora Dito menyatakan bahwa pemerintah memiliki komitmen tinggi terhadap cabang olahraga panahan dan menyambut baik keterlibatan sektor swasta dalam pengembangannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk mencetak prestasi di ajang multi-event internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, mengatakan bahwa MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem panahan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi gerbang menuju pelatnas dan panggung internasional bagi para atlet muda.

Pembukaan Kejurnas yang berlangsung Sabtu (28/6) dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan Ketua Panitia Abdul Razak selaku Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi bagian dari upaya memasyarakatkan panahan sejak usia dini. Ia juga menekankan pentingnya pemassalan olahraga untuk menjaga kesinambungan ekosistem prestasi nasional.

Menurutnya, turnamen ini memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk mengamati, mempelajari, dan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga panahan, dengan harapan akan lahir atlet kelas dunia di masa depan.

Selain mendukung pengembangan atlet, Yoppy menambahkan bahwa kejuaraan ini juga berkontribusi pada pengembangan sport tourism di Kudus.

Djarum Foundation sebelumnya telah menggelar berbagai ajang olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola putri, dan atletik, serta kini menambahkan panahan ke dalam daftar tersebut.

Kejuaraan ini mempertandingkan tiga divisi utama: Recurve, Compound, dan Nasional (standard bow), dengan kelompok usia U-10, U-13, U-15, dan U-18.

Provinsi Jawa Tengah mengirimkan kontingen terbesar dengan 80 atlet, disusul DKI Jakarta dengan 79 atlet, dan Jawa Barat dengan 77 atlet.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved