MotoGP
Cerita sang Murid saat Valentino Rossi Pelan tapi Pasti Bikin Ducati Resah
Marco Bezzecchi menceritakan bagaimana Valentino Rossi dan VR46 membantunya berkembang di MotoGP hingga buat Ducati resah di musim 2025.
TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Aprilia Racing Team, Marco Bezzecchi, menceritakan bagaimana pengaruh sang guru, Valentino Rossi terhadapnya yang sekaligus memberikan tekanan berat kepada pabrikan Ducati Lenovo Team di kejuaraan dunia MotoGP 2025.
Marco Bezzecchi tampil fantastis dalam beberapa seri terakhir MotoGP.
Dalam lima akhir pekan GP terakhir, ia finis di lima besar sebanyak enam kali dari sepuluh balapan, finis kedua pada MotoGP Belanda di Assen (29/6) dan MotoGP Ceko di Brno (20/7) sehingga membuat Ducati mulai resah.
Bezzecchi saat ini berada di posisi keempat klasemen keseluruhan dengan 156 poin.
Performa impresif dari Bez sekaligus meyakinkan bahwa Ducati tidak bisa jemawa begitu saja di tengah kondisi semakin meyakinkannya motor Aprilia, RS-GP.
Selain itu, Marco Bezzecchi juga tidak melupakan jasa sang guru, Valentino Rossi.
Sebagai pengingat, Bez adalah pembalap jebolan sekolah balap VR46 milik Valentino Rossi, seperti halnya Francesco 'Pecco' Bagnaia, hingga Luca Marini.
Pembalap Italia itu tidak melupakan asal-usulnya dan sangat berterima kasih kepada akademi VR46 atas kesempatan yang diberikannya untuk berkembang sebagai pembalap.
Bezzecchi membicarakan perkembangannya sebagai pembalap MotoGP.
"Saya rasa tidak. Saya memang telah banyak berkembang selama bertahun-tahun, tetapi setiap tahun Anda dapat mempelajari sesuatu yang baru," kata Bezzecchi, dikutip dari laman Motosan.
"Saya tahu cara berlatih dengan benar dan mempersiapkan diri untuk mengendarai motor. Tetapi dalam hal keterampilan dan hal lainnya, Anda selalu dapat mempelajari sesuatu yang baru.”
Bezzecchi berada di tahun pertamanya bersama tim pabrikan Aprilia dan ia harus belajar bagaimana bekerja di tim tersebut dan sebagai pembalap pabrikan.
Baca juga: Seni Bersikap Bodoh Amat Ducati atas Tudingan Marquez-sentris di MotoGP 2025
Ia juga menyatakan bahwa Aprilia telah mengajarinya banyak hal, tetapi ia lebih suka merahasiakannya.
"Ya, banyak hal. Tapi saya tidak ingin mengatakan yang mana," ucap Bezzecchi tersenyum.
"Ketika Anda berganti motor atau tim, Anda selalu harus beradaptasi. Itu berarti Anda harus mempelajari sesuatu yang berbeda."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marquez-vs-Bezzecchi-sprint-race-MotoGP-Jerman-2025.jpg)