Bulu Tangkis
Kata Pelatih Ganda Putri soal Perombakan Empat Pasangan Pelatnas PBSI
Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky buka suara soal adanya perombakan pasangan Pelatnas PBSI per Jumat (1/8/2025).
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky buka suara soal adanya perombakan pasangan Pelatnas PBSI per Jumat (1/8/2025).
Empat pasangan yang berubah yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, dan Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum.
Empat pasangan itu berganti menjadi Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Menurut Karel, keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi sejak ia mulai menangani sektor ini pada April lalu.
Khusus untuk Apriyani/Fadia, ini akan menjadi ajang reuni bagi keduanya setelah sempat dipisah oleh PBSI.
Sebelumnya, Apriyani dan Fadia merupakan pasangan andalan di sektor ganda putri, khususnya selama beberapa tahun terakhir.
Namun karena prestasi yang terus stagnan, PBSI mencoba untuk melakukan perombakan menjadi Apriyani/Febi dan Fadia dipasangkan Lanny.
Baca juga: Daniel Marthin Fokus Pemulihan Cedera, PBSI Buka Kans Kembali Duetkan Fajar/Fikri
Hanya saja, dengan komposisi yang berjalan selama ini, pun dengan pasangan ganda putri lainnya, pelatih membaca ada kesulitan untuk menembus level top elit.
Perombakan ini menjadi langkah berani dan penuh harapan dari sektor ganda putri Indonesia, yang terus berupaya kembali menembus dominasi dunia setelah sempat meredup usai era kejayaan pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
"Awalnya perubahan ini didasari hasil selama ini untuk menembus top elit yang cukup sulit," kata Karel, dalam siaran pers PBSI, Jumat (1/8).
"Sejak saya datang bulan April, melihat dari beberapa pertandingan saya mulai mempelajari per individu sepertinya akan lebih hidup bila ada tukar pasangan," jelas Karel.
Ia menilai, secara individu para pemain punya kualitas bagus, tetapi saat dipasangkan dengan kombinasi lama, mereka kesulitan bersaing di level tertinggi.
Perubahan pasangan dilakukan bukan hanya berdasarkan hasil pertandingan, tetapi juga dari pengamatan saat latihan.
"Setelah Piala Sudirman dan rangkaian turnamen hingga Indonesia Open, akhirnya saya tetapkan hati saya untuk merombak pasangan-pasangan ini."
"Lalu sebelum tur Asia kemarin, saya sudah mencoba di latihan dan terlihat mereka ada kemajuan," tambahnya.
Baca juga: Update Daftar Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2025: Punya 11 Amunisi, Semua Sektor Lengkap
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/olimpiade-paris-2024-apriyanifadia-kalah-dari-pasangan-jepang_20240727_222822.jpg)