Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis
Menanti Medali Emas Pertama Ganda Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2025
Ganda putri Indonesia diharapkan bisa pecah telur di Kejuaraan Dunia BWF 2025, aksi Ana/Tiwi dan Lanny/Fadia dinanti.
TRIBUNNEWS.COM - Ganda putri masih menjadi satu-satunya sektor yang belum bisa memberikan medali emas untuk Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia BWF.
Kejuaraan Dunia BWF dihelat pertama kali pada 1977 di Malmo, Swedia.
Sepanjang keikutsertaan wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF, sejumlah pemain berhasil merengkuh gelar juara.
Sektor ganda putra masih menjadi yang paling berprestasi dalam memberikan gelar juara untuk Indonesia.
Sejauh ini, ganda putra telah mempersembahkan 10 medali emas untuk Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia BWF.
Indonesia berada di atas China dan Korea Selatan.
China di urutan kedua dengan delapan medali emas.
Disusul Korea Selatan di posisi ketiga dengan lima medali emas.
Baca juga: Peta Persaingan Tunggal Putra Kejuaraan Dunia BWF 2025: Tuah Shi Yuqi Dinanti, Kunlavut Diuji
Lalu di sektor lainnya, Indonesia mengoleksi enam emas tunggal putra, dua emas tunggal putri, dan tiga emas ganda campuran.
Sedangkan untuk ganda putri, masih belum pecah telur.
Pencapaian terbaik ganda putri Indonesia adalah medali perak.
Pertama, ada Verawaty Fadjrin/Imelda Wiguna yang finis sebagai runner-up Kejuaraan Dunia BWF 1980.
Kedua, ada Finarsih/Lili Tampi yang merupakan runner-up Kejuaraan Dunia BWF 1995.
Terakhir, ada Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang meraih medali perak Kejuaraan Dunia BWF 2023.
Baca juga: Ginting dan Gregoria Disorot Legenda Badminton Denmark Jelang Kejuaraan Dunia BWF 2025
Medali emas pertama ganda putri Indonesia dinanti di Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang bakal berlangsung pada 25-31 Agustus di Paris, Prancis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ganda-Putri-Indonesia-Lanny-Tria-MayasariSiti-Fadia-Silva-Ramadhanti-berselebrasi.jpg)