MotoGP
Ducati Mengenaskan Tanpa Marc Marquez di MotoGP 2025, Kata Mutiara Casey Stoner Terbukti Benar
Casey Stoner mengatakan Marc Marquez perpaduan bakat dan kerja keras di mana Ducati akan salah jalan jika tidak pernah datangkan MM93 di MotoGP 2025.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Ducati sudah dipandang menyedihkan jika tidak memiliki seorang Marc Marquez di garasinya pada MotoGP 2025. Kata-kata mutiara Casey Stoner terbukti adanya.
Marc Marquez rupanya menjadi satu-satunya orang yang mampu membuat perbedaan dengan menggunakan motor Desmosedici GP25.
Pembalap Spanyol itu sukses menjinakkan motor terbaru keluaran Ducati yang dianggap tak lebih baik daripada musim lalu.
Buktinya, Marquez berhasil melesat dengan GP25 hingga membawanya sudah dekat dengan titel MotoGP 2025.
Jika dilihat, Ducati memang hanya memiliki satu pembalap terkuat musim ini walau mereka memiliki enam motor di lintasan.

Ya, motor Ducati tak mendominasi seperti beberapa musim terakhir yang seringkali menguasai podium.
Praktis, hanya Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) yang mampu mengimbangi kecepatan Marc.
Namun, setelah Alex mengalami cedera dan harus menjalani operasi.
Ducati sepenuhnya mengandalkan podium untuk merebut podium kesatu. Sisanya pembalap dari Aprilia dan KTM sudah mulai mengambil alih podium.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyebut Ducati akan tersesat pada musim ini jika tanpa Marquez.
"Dominasi Marquez adalah mutlak. Dia membawa Ducati ke level yang baru. Tanpa dia, Ducati akan tersesat, berjuang untuk mendapatkan poin," kata Pernat kepada GPOne
"Dialah yang membuat perbedaan, bukan motornya saja."
Baca juga: Update Transfer Pembalap MotoGP: Quartararo Usul Satu Nama, Pendamping Toprak Tinggal Diumumkan
"Rasa laparnya, bakatnya, kemampuannya membaca balapan, tidak ada yang bisa menandinginya," ujar Pernat, yang juga merupakan mantan manajer dari Enea Bastianini.
Apa yang disampaikan oleh Pernat mem-validasi sebuah kata mutiara seorang Casey Stoner. Legenda balap MotoGP asal Australia ini memandang Marquez merupakan paket lengkap, antara kerja keras dan bakat.
"Jika seseorang bekerja keras, maka Anda bisa mengalahkan bakat. Akan tetapi jika bakat memutuskan untuk bekerja keras, maka hasilnya seperti Marc (Marquez-red) saat ini," ujar Casey Stoner dikutip dari laman Motosan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.