Sabtu, 9 Mei 2026

Hari Olahraga Nasional

Haornas 2025 Jadi Momentum Evaluasi Arah Prestasi Olahraga Indonesia

pendekatan sport science seperti fisiologi, psikologi, biomekanika, hingga data analytics belum sepenuhnya diintegrasikan sejak tahap rekrutmen

Tayang:
Canva Tribunnews
PERINGATAN HAORNAS 2025 - Grafis Peringatan Haornas 2025 dibuat melalui Canva pada Senin (8/9/2025). Momen ini dinilai sebagai waktu yang tepat menentukan arah dan visi olahraga Indonesia. 

Haornas 2025 Jadi Momentum Evaluasi Arah Prestasi Olahraga Indonesia

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Anggota DPD RI asal Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menilai momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025 menjadi saat tepat untuk bercermin, sejauh mana olahraga Indonesia berkembang dan ke mana arah yang harus dituju.

Ia mengingatkan, sejak emas pertama diraih di Olimpiade Barcelona 1992, publik berharap olahraga menjadi sumber kebanggaan bangsa.

Namun, lebih dari tiga dekade berlalu, prestasi Indonesia di level dunia dinilai masih belum memuaskan.

Baca juga: Wamenpora Taufik Hidayat Sampaikan Terima Kasih ke Dito Ariotedjo di Perayaan Haornas ke-42

“Indonesia tidak kekurangan talenta. Kunci mendongkrak prestasi olahraga kita adalah dengan memprioritaskan tata kelola profesional, pembinaan berbasis sains, kompetisi berjenjang, serta dukungan swasta yang berkelanjutan. Jika ini berjalan maksimal, prestasi kita bisa menembus papan atas dunia,” ujar Fahira, Selasa (9/9/20205).

Fahira, yang juga menjabat Ketua Pengurus Provinsi DKI Jakarta Senam Tera Indonesia, menilai ada beberapa tantangan utama dalam kemajuan olahraga Indonesia.

Salah satunya adalah adanya diskoneksi antara kebijakan, strategi, dan implementasi.

Selain itu, pendekatan sport science seperti fisiologi, psikologi, biomekanika, hingga data analytics belum sepenuhnya diintegrasikan sejak tahap rekrutmen, padahal negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Australia telah membuktikan efektivitas pendekatan ilmiah tersebut dalam meningkatkan prestasi.

Ia juga menyoroti pembinaan yang belum merata dan berjenjang, serta keterlibatan swasta yang masih bersifat parsial.

Menurutnya, pemerintah bersama pemangku kepentingan perlu menyusun prioritas yang lebih terarah untuk mendorong kemajuan olahraga nasional.

Fahira menekankan pentingnya menghadirkan tata kelola yang sehat agar ekosistem olahraga berjalan efisien, anggaran tepat sasaran, dan pembinaan berkesinambungan. Meskipun tidak menghasilkan medali dalam waktu singkat, langkah mendasar ini diyakini akan membawa Indonesia bertahap menuju level papan atas dunia.

Ia juga menegaskan perlunya integrasi sport science sejak hulu, mulai dari rekrutmen atlet berbasis data antropometri, biometrik, dan psikologis, hingga keterlibatan ahli gizi, fisiolog, biomekanis, psikolog, dan analis performa dalam pemusatan latihan nasional.

Universitas, lanjutnya, bisa menjadi mitra penting sebagai pusat riset dan pengembangan sport science.

Selain itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dengan kompetisi yang berkesinambungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved