MotoGP
Nelangsa Pecco Bagnaia: Bos Ducati Hilang Kesabaran, Posisinya Terancam Marco Bezzecchi
Pecco Bagnaia belum bisa redam derita, bos Ducati sampai hilang kesabaran dan posisinya di top 3 klasemen MotoGP 2025 dibayangi Bezzecchi.
"Saya rasa itu normal; kita semua adalah manusia, dan kita harus selalu memulai dari asumsi ini," tegasnya.
Jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Marc, rider nomor #93 berada di ambang kejayaan gelar juara.
Sementara itu, penampilan Bagnaia justru cenderung menurun. Bahkan, ia belum naik podium selama lima putaran terakhir.
Yang artinya dalam sepuluh balapan tidak ada kemajuan nyata untuk mengatasi masalahnya dengan GP25-nya.
"Sangat sederhana: begitu spiral negatif dimulai, itu selalu menurun," jelas sang bos.
"Jadi, menemukan cara untuk membalikkannya selalu rumit. Yang selalu saya katakan adalah, kepositifan sangat membantu dalam hal ini."
Tes MotoGP 2025 di Misano adalah harapan bagi Bagnaia dan timnya untuk bisa menemukan solusi agar bisa bangkit lagi.
Selain untuk persiapan musim 2026 nanti, tes resmi ini diharapkan jadi batu loncatan untuk menutup MotoGP 2025 dengan baik.
Terlebih posisi Bagnaia di tabel klasemen MotoGP 2025 mulai terancam oleh Marco Bezzecchi yang moncer bersama Aprilia.
Setelah MotoGP San Marino 2025, Bezzecchi berhasil memangkas gap dengan Bagnaia di posisi ketiga hanya dengan 8 poin saja.
Otomatis ini jadi alarm bahaya bagi Bagnaia songsong balapan di Jepang pada tanggal 26-28 September 2025 mendatang.
(Tribunnews.com/Niken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pecco-Bagnaia-MotoGP-Prancis-2025.jpg)