Minggu, 12 April 2026

PON Bela Diri 2025: 2.416 Atlet Unjuk Kekuatan di Kudus

Ribuan atlet bela diri bertarung di Kudus! Tanpa dana APBN, PON 2025 jadi panggung sejarah dan kejutan budaya. Kamu wajib tahu kenapa!

Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadillah
PON BELADIRI – Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/10/2025), berlangsung meriah dengan parade kontingen dan atraksi seni bela diri. Momen bersejarah ini menandai dimulainya kompetisi 2.416 atlet dari 37 provinsi dalam ajang olahraga nasional yang sepenuhnya didanai swasta. 

Ringkasan Berita:

  • PON Bela Diri 2025 resmi dibuka di Kudus, Jawa Tengah.
  • Sebanyak 2.416 atlet dari 37 provinsi bertanding di 10 cabang bela diri.
  • Ajang ini sepenuhnya dibiayai swasta oleh Djarum Fondation, tanpa dana APBN.

TRIBUNNEWS.COM - Kudus, Jawa Tengah, resmi menjadi tuan rumah ajang perdana Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025. Sebanyak 2.416 atlet dari 37 provinsi siap bertarung dalam kompetisi yang berlangsung pada 11–26 Oktober 2025, menjadikan kota kretek ini pusat perhatian dunia olahraga nasional.

Para atlet akan berlaga di sepuluh cabang olahraga bela diri: taekwondo, judo, gulat, tarung derajat, pencak silat, shorinji kempo, karate, ju-jitsu, sambo, dan wushu.

Seluruh pertandingan dipusatkan di Djarum Arena Kaliputu, yang terdiri dari empat lapangan terpisah untuk latihan dan kompetisi.

"Tempat pertandingan yang akan digunakan ini adalah di dalam kompleks PT Djarum, dimana 2 gedung ini benar-benar baru dibuat sebagai arena 2 dan arena tiga, yang dimana kita adalah yang pertama kali menggunakan untuk PON Bela Diri," ujar Ketua Pelaksana PON Bela Diri 2025, Suwarno, dalam laporan resminya, Sabtu (11/10/2025).

PON Bela Diri 2025 menjadi tonggak sejarah baru karena merupakan event tematik pertama dalam sejarah PON yang sepenuhnya dibiayai oleh pihak swasta. Melalui kolaborasi dengan Djarum Fondation, ajang ini terselenggara tanpa dukungan dana APBN—sebuah model baru dalam pembiayaan olahraga nasional yang mengedepankan kemandirian dan kolaborasi.

Bagi Djarum Fondation, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ruang persatuan antar-cabang bela diri di Indonesia. 

“Kami berharap PON Bela Diri 2025 ini bisa menghasilkan atlet-atlet yang nantinya akan mengharumkan nama bangsa,” ungkap Ryan Gozali, perwakilan Djarum Fondation, dalam sambutannya di Djarum Arena.

Baca juga: Hasil Final Piala Suhandinata 2025: Drama Ganti Pemain, Indonesia Segel Runner-up

Rangkaian kegiatan dimulai sejak 5 Oktober 2025 dengan kick-off di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Sebuah tifo raksasa berukuran 50 × 25 meter karya delapan seniman lokal dari komunitas Kudus Smart Art menjadi simbol pembuka. Tifo tersebut nantinya akan dipotong dan dijadikan totebag eksklusif bagi para peraih medali—sebuah bentuk penghargaan yang artistik dan berkelanjutan.

Pesta pembukaan berlangsung meriah dengan defile kontingen dari seluruh provinsi, atraksi bela diri oleh brand ambassador Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhiyan, pertunjukan tari kretek khas Kudus, serta pesta kembang api yang memukau ribuan penonton.

Tak hanya di arena pertandingan, Alun-alun Simpang Tujuh juga disulap menjadi ruang publik untuk nonton bareng dan hiburan masyarakat selama kompetisi berlangsung. Dengan konsep inklusif dan berbasis komunitas, PON

Bela Diri 2025 diharapkan menjadi ajang olahraga yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyatukan semangat bangsa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved