Rabu, 22 April 2026

ISS 2025: Menpora Turut Tekankan Pentingnya Transformasi dan Kolaborasi di Sektor Olahraga Indonesi

Erick menyebut bahwa Kemenpora harus lebih mengedepankan fungsi pembinaan dan pendampingan, bukan sekadar menjadi pihak yang memimpin

Tribunnews.com/Abdul Majid
MENPORA ERICK THOHIR - Menpora Erick Thohir saat diwawancarai usai pembukaan Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Erick menyebut bahwa Kemenpora harus lebih mengedepankan fungsi pembinaan dan pendampingan, bukan sekadar menjadi pihak yang memimpin
  • Menurut Erick, transformasi di sektor olahraga tidak mungkin berjalan tanpa dukungan kementerian lain
  • Ia juga menyinggung persoalan aset pemerintah daerah yang terbengkalai

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya perubahan pola pikir serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi sektor olahraga nasional. 

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Indonesia Sports Summit 2025.

Erick menyebut bahwa Kemenpora harus lebih mengedepankan fungsi pembinaan dan pendampingan, bukan sekadar menjadi pihak yang memimpin.

“Kami dari Kemenpora harus berintrospeksi diri. Kita bukan pemimpin, tapi mengayomi. Jadi yang terpenting adalah mindset tim di Kemenpora,” ujar Erick pada acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2025, Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Erick, transformasi di sektor olahraga tidak mungkin berjalan tanpa dukungan kementerian lain.

Ia mencontohkan isu student-athlete yang hingga kini belum memiliki payung hukum. Karena itu, kolaborasi dengan kementerian terkait dianggap mutlak.

Ia juga menyinggung persoalan aset pemerintah daerah yang terbengkalai.

Untuk itu pihaknya akan turut berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas penyelarasan kebijakan demi pemanfaatan aset yang lebih efektif.

“Kita mensinergikan transformasi ini dengan kebijakan lain. Nggak bisa sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erick mengingatkan bahwa Presiden Prabowo selalu mendorong kerja yang efektif, efisien, dan berorientasi hasil.

Baca juga: Nesta, Panucci dan Cambiasso Turut Sambangi Indonesia Sports Summit 2025

Ia menyoroti pentingnya keselarasan visi antarlembaga agar pembangunan sektor olahraga berjalan kompak.

Di sisi lain, Erick menjelaskan bahwa kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi relatif kecil, hanya 7–10 persen. 

Karena itu, sektor olahraga perlu didorong menjadi bagian dari ekonomi baru yang bertumpu pada peningkatan daya beli dan investasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved