paraatletik
Kisah Unik Asisten Pelatih Para Atletik, Dulunya Volunter dan Penggandeng Atlet Lempar Lembing
Kisah unik Karomah Isnaini, kini jadi asisten pelatih para atletik junior yang dulunya volunter di event olahraga disabilitas.
Ringkasan Berita:
- Kisah unik asisten pelatih para atletik besutan NPC, Karomah Isnaini, yang dulunya volunter di event olahraga disabilitas
- Dari volunter, Isnaini akrab disapa Neni pernah diamanahi sebagai penggandeng atlet dalam gelaran Peparnas XVII Solo 2024
- Rentetan kiprah Neni di dunia olahraga disabilitas membawanya kini sebagai asisten pelatih para atletik nomor lari jarak pendek
TRIBUNNEWS.COM - Asisten pelatih para atletik, Karomah Isnaini, perempuan asal Magetan, Jawa Timur, yang memiliki kisah untuk soal latar belakangnya sebelum kini jadi pendamping atlet disabilitas junior besutan National Paralympic Committee (NPC).
National Paralympic Committee (NPC) Indonesia merupakan pusat pembinaan atlet disabilitas bermarkas di Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah.
Isnaini, akrab disapa Neni seorang yang tinggal di Solo. Ia masuk dalam bagian pembinaan tersebut dan kini menjabat sebagai asisten pelatih para atletik, ternyata ia dulunya seorang volunter di Kejurprov NPCI Jawa Tengah Tahun 2022.
"Benar. Sebelum menjadi pelatih seperti sekarang, saya memang pernah berperan sebagai volunteer di ajang olahraga disabilitas. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses belajar dan membentuk kepedulian serta pemahaman saya terhadap dunia olahraga, khususnya olahraga disabilitas," ungkap Neni kepada Tribunnews.
Wanita berusia 23 tahun mengaku ketika menjadi volunter, ia melihat atlet tunanetra yang berlatih dengan tekun dan disiplin meski memiliki keterbatasan penglihatan.
"Saat menjadi volunteer, saya pernah mendampingi seorang atlet tunanetra yang tetap berlatih dengan penuh disiplin meskipun memiliki keterbatasan penglihatan. (sang atlet) bergantung pada komunikasi verbal, kepercayaan, dan ritme dengan pendampingnya. Dari interaksi itu saya menyadari bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi semangat, komitmen, maupun profesionalisme mereka sebagai atlet."
"Pengalaman tersebut mengubah cara pandang saya bahwasanya atlet tuna netra bukanlah seorang yang “perlu dikasihani”, melainkan seorang atlet dengan kemampuan luar biasa yang hanya membutuhkan sistem, kepercayaan, dan dukungan yang tepat untuk berprestasi," paparnya.
Baca juga: Kontingen Jateng Kian Berkibar di Peparnas 2024, Nana Sudjana: Bisa Juara Umum
Seolah tak cukup membantu di pinggir lapangan, Neni mengambil langkah baru setelah jadi volunter untuk menjadi seorang penggandeng atlet.
Neni yang merupakan lulusan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) berkesempatan untuk ikut serta dalam Pelatda Para Atletik Jawa Tengah tahun 2024.
Agenda tersebut yang mengantar Neni menjadi seorang penggandeng atlet tuna netra putri nomor lempar lembing.
"Ssemakin sering berada di arena, saya menyadari bahwa bantuan dari pinggir lapangan memiliki batas. Saya melihat langsung bagaimana atlet disabilitas, membutuhkan kehadiran seseorang yang benar-benar membersamai mereka di arena perlombaan bukan hanya memberi dukungan, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan itu sendiri. Dari situlah muncul dorongan batin bahwa saya ingin berkontribusi lebih nyata."
"Tibalah debut saya sebagai penggandeng atlet terjadi pada saat Pelatda Para Atletik Jawa Tengah tahun 2024, dalam persiapan menuju Peparnas XVII Solo 2024. Pada momen tersebut, saya diamanahi untuk menggandeng atlet tuna netra perempuan pada nomor lempar lembing."
Pengalaman sebagai Penggandeng Atlet
Perbedaan cukup signifikan dirasakan oleh Neni ketika ia mendapat tugas untuk menggandeng atlet dalam gelaran bergengsi sekelas Peparnas XVII Solo 2024.
Ia menceritakan keterlibatannya dalam proses latihan sehari-hari, mendampingi sang atlet dalam hal teknis, hingga sesi penguatan fisik sang atlet sebagai persiapan untuk menghadapi gelaran tersebut.
"Peran saya tidak hanya mendampingi saat persiapan bertanding, tetapi juga terlibat langsung dalam proses latihan sehari-hari, mulai dari berlari bersama, mendampingi latihan teknik lempar, hingga sesi penguatan fisik dan fitness."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Asisten-Pelatih-NPC-Karomah-Isnaini.jpg)