Legenda Tinju Nico Thomas dan Muhammad Rachman Soroti Pembinaan Petinju Nasional
Menurut Nico Thomas, kebangkitan prestasi tinju nasional harus dimulai dari pembinaan yang konsisten dan berorientasi pada motivasi petinju.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua legenda tinju Indonesia, Nico Thomas dan Muhammad Rachman hadir dalam acara konferensi pers dan MoU gelaran tinju AMPRO di TVRI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nico dan Rachman turut memberikan tanggapannya terkait kondisi tinju Indonesia saat ini.
Menurut Nico Thomas, kebangkitan prestasi tinju nasional harus dimulai dari pembinaan yang konsisten dan berorientasi pada motivasi petinju.
Baca juga: Hasil Tinju Dunia: Hentikan Dongeng sang YouTuber, Anthony Joshua Pukul KO Jake Paul di Ronde 6
Pola pembinaan sejatinya tidak banyak berubah, namun pendekatannya perlu kembali berfokus pada kesiapan mental dan semangat atlet.
Nico Thomas menegaskan bahwa petinju masa kini harus memiliki motivasi kuat dan kepercayaan diri agar mampu bersaing.
Ia juga mengatakan para petinju muda tidak boleh merasa minder, justru harus termotivasi melihat para senior yang pernah menorehkan prestasi.
“Saya pikir pola pembinaan masih sama seperti dulu. Sekarang yang terpenting adalah kembali ke petinjunya. Mereka harus punya motivasi dan tidak minder, melainkan termotivasi oleh mantan petinju yang bisa berprestasi,” ujar Nico.
Lebih lanjut, Nico juga mengapresiasi kehadiran promotor Victoria Boxing yang berani menggelar kejuaraan tinju amatir profesional, AMPRO 2026.
Menurutnya, peran promotor sangat penting untuk menghidupkan kompetisi dan mendorong sasana agar lebih serius dalam membina atlet.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu promotor yang sudah menyelenggarakan ajang ini. Harapannya, semua sasana bisa meningkatkan intensitas latihan,” ujarnya.
Sementara itu, legenda tinju Indonesia lainnya, M. Rachman, menilai pembinaan tinju harus dimulai sejak dini, termasuk melalui kelas junior dan petinju pemula.
Ia menyebut pengalaman bertanding menjadi faktor penting agar atlet tidak hanya berkutat pada latihan semata.
“Tinju memang harus dimulai dari pemula. Dengan sering bertanding, mereka mendapat pengalaman dan motivasi. Jam terbang itu penting agar petinju tidak jenuh dan terus berkembang,” jelas Rachman.
Rachman juga menyoroti peran vital promotor dalam dunia tinju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dua-legenda-tinju-Indonesia-Nico-Thomas-dan-Muhammad-Rachman.jpg)