Olimpiade
Milano Cortina 2026: Menyelamatkan Napas Olimpiade dengan Model Multi-Tuan Rumah
Siasat Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan, Italia, memakai model multi-tuan rumah untuk menyelamatkan eksistensi event.
Angka ini jauh lebih waras jika dibandingkan dengan Olimpiade Musim Panas, Paris 2024 yang menyentuh $10 Miliar (sekitar Rp160 Triliun), atau Beijing 2008 yang mencapai $40 Miliar (sekitar Rp640 Triliun).
Risiko Efisiensi
Tujuan dari eksperimen efisiensi ini jelas bukan tanpa risiko sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian.
Dengan lokasi yang sangat tersebar, para atlet dan penonton harus menghadapi tantangan logistik yang nyata.
Selain itu, kehangatan "Olympic Village" yang biasanya menyatukan seluruh atlet dari berbagai cabang kini tersebar di berbagai klaster. Namun, bagi penyelenggara menyebutkan ini pengorbanan kecil demi tujuan besar.
Model ini membuktikan bahwa Olimpiade tidak lagi harus menjadi venue eksklusif bagi negara yang mau membuang uang.
Pesan dari Milano Cortina 2026
Milano Cortina 2026 adalah tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan konsep baru memberi pesan bagi dunia.
Melansir International Journal of Sport Policy and Politics, olimpiade harus beradaptasi dengan kondisi kota, bukan sebaliknya. Jika eksperimen Italia ini sukses secara finansial maupun penyelenggaraan maka kan berefek kepada negara lain.
Khususnya negara lain akan membukakan pintunya agar mau mengajukan diri untuk berkolaborasi menjadi tuan rumah bersama.
Ini bukan sekadar tentang medali atau rekor baru, melainkan tentang bagaimana menjaga agar api Olimpiade tetap bisa menyala tanpa harus membakar ekonomi negara tuan rumahnya.
(Tribunnews.com/Niken)