BWF World Tour
Beda Nasib dengan Indonesia, Malaysia Tunggu Ranking BWF untuk Lolos Thomas & Uber Cup 2026
Beda nasib dengan Indonesia, Malaysia lolos ke Thomas dan Uber Cup 2026 menunggu rilisan ranking dunia dari BWF setelah BATC 2026.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dan Malaysia mengukir kisah yang berbeda setelah merampungkan Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 dengan capaian yang mempengaruhi kelolosan ke Thomas dan Uber Cup 2026.
BWF telah menempatkan aturan bahwa peserta Thomas dan Uber Cup 2026 dipastikan lewat turnamen beregu kontinental dengan syarat tim wajib lolos ke semifinal untuk auto lolos ke turnamen major beregu tersebut.
Indonesia baik tim putra maupun putrinya berhasil lolos semifinal BATC 2026 dengan raihan medali perunggu sekaligus memastikan diri ke Thomas dan Uber Cup 2026 tanpa menunggu ranking dunia dari BWF.
Beda cerita dengan Malaysia untuk tim putra dan putrinya ke Thomas dan Uber Cup yang harus menunggu rilisan ranking dunia terbaru dari BWF imbas tak lolos semifinal BATC 2026.
Jalur Kualifikasi Malaysia
Karena Malaysia gagal masuk semifinal di BATC, mereka kehilangan tiket otomatis dari zona Asia. Sekarang, mereka harus berharap pada 3 slot sisa yang diambil dari peringkat dunia tim.
Cara menentukan World Team Ranking, BWF menjumlahkan poin dari 3 tunggal dan 2 ganda terbaik suatu negara untuk tim putra maupun putri.
Baca juga: Peta Persaingan BATC 2026 Bak Pemanasan Thomas & Uber Cup, Efek Diisi Pemain Elite
Dari kubu putra, Malaysia sangat kuat di sektor ganda lewat Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Man Wei Chong/Tee Kai Wun dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang ada di Top 10.
Permasalahan tim putra Malaysia ada di nomor tunggal setelah Lee Zii Jia mengalami penurunan peringkat cukup drastis praktis Negeri Jiran mengandalkan Ng Tze Yong atau Justin Hoh untuk mendongkrak poin tim.
Walau demikian, prediksi tim putra Malaysia lolos mencapai sekira 90 persen terlepas performa di BATC 2026 mengecewakan.
Namun secara kolektif poin peringkat tim putra Malaysia masih cukup tinggi untuk mengamankan salah satu dari 3 slot tambahan tersebut.
Sementara untuk tim putri yang berpeluang lolos lewat jalur peringkat, sedikit mengkhawatirkan mengingat ranking tim putri Malaysia berada di luar top 10, sekira 11-13 dunia.
Tim putri memiliki satu sektor andalan yakni ganda putri lewat Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di saat tunggal putri mereka seperti Goh Jin Wei atau K. Letshanaa di luar top 30.
Saat ini yang jadi penghalang Malaysia adalah Jepang yang tak lolos semifinal BATC 2026 namun hampir pasti mengambil satu slot karena mereka rank 4 dunia.
Selain itu ada Thailand yang juga berpotensi mengadang jalan Negeri Jiran lolos Uber Cup.
Pergeseran peringkat masih berpotensi terjadi, menarik dikawal hasil akhir peringkat dunia dari BWF.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aaron-chiasoh-wooi-yik-kalah_20240608_210449.jpg)