Badminton
Peran Baru di BAM, Lee Chong Wei Peringatkan Atlet Malaysia, Bakal Terapkan Metode Latihan Ketat
Lee Chong Wei akan menerapkan metode latihan dengan disiplin ketat kepada seluruh pemain nasional demi mengangkat kembali prestasi badminton Malaysia.
Ringkasan Berita:
- Lee Chong Wei memberi ultimatum kepada seluruh atlet badminton Malaysia setelah mendapat peran baru sebagai Ketua Komite Performa BAM.
- Legenda Malaysia itu menegaskan disiplin adalah masalah utama dan akan menerapkan metode latihan ketat, termasuk kewajiban tepat waktu serta fokus penuh dalam setiap sesi.
- Menurutnya, bakat saja tidak cukup untuk menjadi pemain top dunia tanpa budaya kerja dan gaya hidup yang disiplin.
TRIBUNNWES.COM - Legenda bulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei mengirim pesan tegas kepada atlet di bawah naungan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).
Lee Chong Wei menegaskan akan menerapkan metode latihan dengan disiplin ketat kepada seluruh pemain nasional baik senior maupun junior demi mengangkat kembali standar prestasi Malaysia.
Chong Wei baru-baru ini mendapat peran baru di BAM. Selain Anggota Dewan BAM dan Komite Road To Gold (RTG), mantan pemain tunggal putra itu kini juga menjabat Ketua Komite Performa di BAM.
Selama menjadi pemain, Chong Wei dikenal sebagai salah satu atlet paling disiplin dalam sejarah bulu tangkis.
Ia identik dengan rutinitas keras dengan bangun pukul 05.00 pagi dan langsung melakukan latihan.
Tak hanya itu, jam tidurnya pun turut diatur dengan paling lambar pukul 10 malam.
Lebih lagi, Chong Wei tetap melakukan rutinitas tersebut sekalipun pada hari libur nasional.
Kombinasi bakat serta disiplin tinggi yang ia terapkan membuat Chong Wei meraih banyak gelar juara.
Selama 19 tahun kariernya, Lee Chong Wei telah mengumpulkan total 69 gelar juara dari berbagai ajang.
Baca juga: Nasihat Lee Chong Wei Berbuah Juara Super 1000 Malaysia Open 2026, Kunlavut Ketagihan Minta Petuah
Ia dijuluki sebagai "Raja Superseries" karena memegang rekor kemenangan terbanyak di level tersebut dengan 47 gelar.
Kini, standar kerja itu ingin ia tularkan ke generasi di bawahnya yang berada di naungan Asosiasi Badminton Malaysia.
Chong Wei menjabat Ketua Komite Performa BAM, dan ia telah melakukan analisis apa yang kurang dari pebulutangkis Malaysia saat ini.
Menurutnya, metode latihan mereka kurang disiplin. Padahal, tanpa disiplin, sekalipun atlet memiliki bakat, itu tidak akan cukup untuk menembus level elite dunia.
"Tidak peduli seberapa berbakat mereka, sangat sulit berkembang tanpa disiplin. Mereka tidak bisa menjadi pemain top tanpa itu," kata Chong Wei, dikutip dari NewStraitsTimes.
Di bawah rezim barunya, para pemain kini diwajibkan hadir tepat waktu setiap hari, fokus penuh saat sesi latihan, dan tidak boleh melewatkan program tanpa alasan jelas.
Tak hanya itu, Chong Wei juga memberikan keleluasaan kepada pelatih untuk memegang kendali ketat terhadap atlet.
"Saya tahu akan ada banyak wajah yang tidak bahagia, tetapi kami perlu menanamkan disiplin tingkat tinggi di seluruh tim nasional. Disiplin adalah masalah yang ada di antara pebulutangkis nasional," kata Chong Wei.
"Ini adalah salah satu masalah utama yang telah saya identifikasi dan diskusikan dengan para pelatih, dan mereka telah diperintahkan untuk menjaga kendali ketat pada para pemain," lanjutnya.
"Saya bisa menerimanya jika para pemain tidak puas, tetapi kami harus memastikan mereka mengikuti garis." ujarnya.
Langkah tegas ini muncul di tengah evaluasi performa tim Malaysia, terutama setelah hasil di Badminton Asia Team Championships (BATC) di Qingdao.
Tim putra dan putri sama-sama tersingkir di perempat final dengan skor 0-3—masing-masing dari Jepang dan Korea Selatan.
Dalam kompetisi yang dijuarai Korea Selatan (beregu putri) dan Jepang (beregu putra) itu, Malaysia mengirim pemain pelapis ke ajang tersebut.
Meski tersingkir di babak perempat final, namun Chong Wei membela keputusan BAM yang mengirim skuad pelapis ini.
Baca juga: Sibuknya Persiapan Wakil Malaysia Jelang All England 2026, Chia/Soh Masih Dibayangi Rasa Penasaran
Pasalnya Malaysia sejatinya sudah memastikan tiket Thomas Cup berdasarkan peringkat dunia, sehingga BATC dimanfaatkan sebagai ajang pematangan pemain muda.
"Kami memang tidak menargetkan juara. Ini bagian dari proses memberi eksposur. Sekarang kami tahu posisi kami di mana. Ganda kami punya kedalaman lebih baik, tapi tunggal putra masih perlu banyak peningkatan," jelasnya.
Pasca turnamen tersebut, kini Malaysia bakal lebih serius dalam memantau perkembangan para atletnya agar bisa bersaing di level elite dunia.
Dengan tangan besi Lee Chong Wei di balik kebijakan performa, Malaysia memasuki fase baru. Bukan sekadar pembinaan teknis, tetapi revolusi mental dan disiplin—warisan yang dulu menjadikan Chong Wei ikon konsistensi dunia.
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ChiaSoh-BWF-World-Tour-Finals-2024.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.