Tenis
Ada Apa dengan Jannik Sinner? Pengamat Beri Kritikan Pedas kepada Jagoan Italia
Jannik Sinner jadi sorotan karena sejauh ini sampai gelaran Qatar Open 2026 belum menunjukkan taringnya, pengamat beri kritik.
Ringkasan Berita:
- Jagoan tenis Italia, Jannik Sinner dapat kritikan pedas dari pengamat
- Pemai nomor 2 dunia belum menunjukkan tuahnya sejak awal musim pertama
- Namun, Sinner dituntut segera bangkit karena level permainan terbaiknya belum terlihat
TRIBUNNEWS.COM - Kejutan besar terjadi di babak perempat final turnamen Qatar Open 2025 oleh Jannik Sinner, petenis unggulan asal Italia yang biasanya tampil dominan.
Sinner secara tak terduga tumbang di tangan pemain muda, Jakub Mensik saat berebut tiket semifinal Qatar Open 2026 itu.
Kekalahan ini tidak hanya menghentikan langkah Sinner di Doha, tetapi juga memicu diskusi hangat di kalangan pengamat tenis mengenai stabilitas performanya di awal musim 2026 ini.
Kekalahan dengan skor 7-6, 2-6, dan 6-3 tersebut menjadi sorotan tajam karena Sinner belum berhasil mencapai satu pun babak final di tahun 2026. Hal ini sangat kontras dengan pencapaiannya yang luar biasa sepanjang tahun 2025.
Kritik Tajam dari Pengamat Tenis
Kekalahan Sinner memancing reaksi keras dari jurnalis tenis ternama, Frederic Verdier.
Dalam sebuah wawancara dengan Sans Filet, Verdier mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. Ia menilai ada perbedaan besar antara sosok Sinner yang sekarang dengan Sinner yang mendominasi lapangan setahun lalu.
Baca juga: Kejutan ATP 500 Qatar Open 2026: Sinner Tersisih, Duel Lawan Alcaraz Batal Tersaji Gegara Mensik
"Ini sama sekali bukan Jannik Sinner yang saya lihat pada tahun 2025 di hampir setiap turnamen," katanya.
Ia menambahkan bahwa kekalahan Sinner melawan Mensik bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.
Menurutnya, kegagalan Sinner untuk bangkit setelah sebelumnya kalah dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka adalah tanda yang mengkhawatirkan.
"Sinner bermain untuk menang, dan di sini dia kalah secara adil melawan Mensik. Hal itu tetap terasa tidak biasa dan mengkhawatirkan," ujar Verdier.
Sepanjang pertandingan di Doha, Verdier mencatat adanya perubahan sikap pada diri Sinner. Ia melihat petenis nomor dua dunia itu tampak lebih gugup dan kehilangan intensitas permainan yang biasanya menjadi senjatanya.
"Saya tidak melihat (performa terbaiknya) di Australia, tidak juga menemukannya di Doha, jadi saya masih merasa sedikit waspada," tambah Verdier.
Tanggapan Jannik Sinner
Meski dihujani kritik dan kekhawatiran dari luar, Jannik Sinner sendiri menanggapi situasinya dengan kepala dingin.
Baginya, pasang surut dalam dunia olahraga profesional adalah hal yang sangat wajar, bahkan bagi atlet di level tertinggi sekalipun.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Sinner menegaskan bahwa ia tidak merasa panik.