MotoGP
Fabio Quartararo Beri Saran Toprak Razgatlioglu saat Kehilangan Kepercayaan Diri
Ketika Toprak kehilangan kepercayaan dirinya, Fabio Quartararo hadir dan beri saran kepada El Turco untuk menjinakkan motor Yamaha.
Ringkasan Berita:
- Cerita Toprak Razgatlioglu saat kehilangan kepercayaan dirinya dalam menjinakkan motor Yamaha
- Kebingungan El Turco mewarnai pengujiannya terhadap motor baru Yamaha di tes MotoGP 2026
- Fabio Quartararo diungkap hadir memberikan saran kepada Toprak saat kurang percaya diri
TRIBUNNEWS.COM - Toprak Razgatlioglu, pembalap anyar Pramac Yamaha untuk MotoGP 2026 memberikan pengalamannya ketika selesai melakukan pengujian motor.
Pembalap asal Turki ini mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri ketika merasa kurang bisa menjinakkan motor Yamaha jika dibandingkan rekan setimnya, Jack Miller.
Melansir Motosan, Toprak berterus terang menganalisis kendala utamanya di fase barunya sebagai pembalap MotoGP bersama Pramac Yamaha.
Ia mengungkapkan bahwa biasanya berkendara dengan santai, tapi kali ini ia kurang percaya diri dengan ban depannya.
Juara dunia WSBK tiga kali ini kurang mampu memahami batasan yang dimiliki kuda besi milik Yamaha.
Seperti di Thailand ia mendapat pelajaran tak terduga ketika mengikuti jejak rekan setimnya, Jack Miller.
Menurut pernyataan yang dikumpulkan setelah tes, pembalap asal Pamukkale ini terkejut dengan gaya balap Jack Miller, terutama saat melakukan time attack.
"Saya mencoba mengikuti Jack pada putaran cepat, tetapi saya tertinggal setelah dua tikungan," akunya sambil tertawa.
"Saya terkejut karena saya tertinggal jauh di sektor pertama, dan saya mengerti alasannya."
"Ketika saya melihat Jack miring di tikungan pertama, pikiran pertama saya adalah dia akan jatuh. Tapi saya melihatnya berbelok, dan saya terkejut," terangnya.
Siasat Toprak
Pembalap asal Turki ini menganalisis adaptasinya di MotoGP setelah tes Thailand dan mengaku kurang percaya diri dengan bagian depan motor.
Uniknya, dalam analisisnya tersebut, dia terbesit pikiran bahwa mungkin ia harus jatuh untuk memahami batasnya.
Sebab sejauh ini dia memang belum bisa memahami batasan yang dimiliki motor, sehingga ia berpikir bahwa dengan crash bisa membantunya.
Baca juga: Bayangan Marc Marquez dalam Transfer Pecco Bagnaia, Aprilia Pegang Kontrak Tak Biasa di MotoGP 2027
“Tetapi tetap saja, saya belum benar-benar beradaptasi, terutama pada ban depan. Mungkin saya bisa melakukan pengereman keras, tetapi saat saya miring, saya belum benar-benar bisa memercayai (motornya) seperti pembalap lain," ungkapnya mengutip Motorsport.
"Pembalap lain miring sepenuhnya. Saat motor mulai berbelok, saya ikut miring, tetapi saya sudah merasa akan kehilangan kendali ban depan. Sejauh ini, saya belum jatuh dan motor masih utuh. Namun, mungkin saya harus jatuh untuk memahami batasannya," katanya.