BWF World Tour
Sejarah Pilu Indonesia yang Kembali Terulang, Runtuhnya Tradisi Final di All England 2026
Sejarah pilu kembali diukir kontingen bulu tangkis Indonesia yang gagal menempatkan satu wakil pun di final All England 2026.
Ringkasan Berita:
- Sejarah pilu kembali diukir kontingen bulu tangkis Indonesia yang gagal menempatkan satu wakil pun di final All England 2026.
- Setelah terakhir kali terjadi pada tahun 2011 silam, Indonesia kembali tidak mampu meloloskan wakil di final All England edisi kali ini.
- Kekalahan yang diderita Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal, menjadi penyebab absennya wakil Indonesia di laga puncak All England 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Sejarah pilu kembali diukir kontingen bulu tangkis Indonesia yang gagal menempatkan satu wakil pun di final All England 2026.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang berstatus sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal diketahui harus ikut angkat koper pada Minggu (8/3/2026) dinihari tadi.
Kekalahan Raymond/Nikolaus melawan Kim Won/Ho/Seo Seung-jae dengan skor 19-21 dan 13-21 di babak semifinal.
Secara tidak langsung memastikan Indonesia tidak punya wakil sama sekali di laga puncak All England edisi kali ini.
Ketiadaan wakil Indonesia di final turnamen sekelas All England jelas terasa pilu dan menyakitkan.
Hal ini mengingat seburuk apapun performa kontingen Indonesia dalam 1,5 dekade terakhir, biasanya ada wakil yang mampu menembus babak final, bahkan juara di akhir ceritanya.
Baca juga: Hasil Final All England 2026 Lahirkan Sejarah: 7 Finalis Bisa Pecah Telur, An Se-young Menuju Abadi
Jika ditelisik, ini menjadi momen pertama kalinya bagi Indonesia tanpa punya satu pun wakil di final All England.
Sejak terakhir kali merasakan hal sama pada tahun 2011 silam.
Pada tahun 2011 alias 15 tahun silam, Indonesia diketahui juga gagal mengirimkan wakil di final turnamen.
Beruntungnya, sejak saat itu, Indonesia mulai rutin meloloskan wakilnya untuk berlaga di final All England.
Bahkan, beberapa jagoan Indonesia yang tampil di final, mampu menisbatkan diri sebagai juara utama.
Contohnya pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir yang pernah mencetak hattrick gelar All England secara beruntun mulai edisi 2012 s/d 2014.
Duet Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan juga sering kali menjadi penyelamat muka Indonesia, berkat gelar All England yang mereka raih pada tahun 2014 dan 2019.
Lalu, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya pada masa jayanya, pernah meraih gelar dalam dua edisi beruntun yakni 2017 dan 2018.
Ada pula Fajar Alfian/Rian Ardianto yang juga pernah dua kali juara pada tahun 2023 dan 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Raymond-dan-Joaquin-Gagal-di-Indonesia-Masters-2026_20260125_183536.jpg)