BWF World Tour
Rekor 13 Tahun Hancur dengan Absennya Wakil Indonesia di Final All England 2026
Indonesia yang tak mengirim wakil di final All England 2026 membuat rekor adanya pemain Indonesia di final selama 13 tahun terakhir pupus.
Ringkasan Berita:
- Kegagalan Indonesia mengirimkan wakil di final All England 2026 membuat rekor berusia 14 tahun kandas.
- Sejak 2012 hingga 2025 lalu, Indonesia selalu berhasil menempatkan setidaknya satu wakil di final.
- Hitungan itu tak termasuk di edisi 2021, di mana Indonesia diusir dari keikutsertaan All England.
TRIBUNNEWS.COM - Ajang All England 2026 menjadi mimpi buruk bagi Indonesia yang gagal menempatkan satu pun wakil di final.
Padahal Indonesia memiliki sejarah apik saat tampil di berbagai edisi All England.
Tak perlu mundur terlalu jauh untuk melihat torehan apik Indonesia di turnamen badminton yang digelar di Inggris ini.
Sejak 2012 silam hingga 2025 lalu, Indonesia selalu punya wakil, setidaknya satu orang/pasangan, di final All England.
Ada dua pasangan lintas sektor yang cukup sering tampil di final All England sejak kurun waktu tersebut.
Legenda hidup sektor ganda putra Indonesia dan dunia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjadi salah satunya.
Baca juga: Hasil Final All England 2026 Lahirkan Sejarah: 7 Finalis Bisa Pecah Telur, An Se-young Menuju Abadi
Pasangan yang berjuluk The Daddies ini tampil di 4 final berbeda dari kurun 2012 hingga 2025 lalu.
Rinciannya, The Daddies tampil di final edisi 2014, 2019, 2022, dan 2023.
Prestasi paling membanggakan bagi mereka terjadi pada 2014 dan 2019 silam.
Kala itu mereka berhasil menjadi juara dengan perjuangan yang luar biasa.
Selain itu, ada juga wakil dari sektor ganda campuran yang memiliki rekor mentereng lainnya.
Pasangan legendaris, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juga mencatatkan penampilan yang juga mentereng.
Sama seperti The Daddies, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu juga tampil sebanyak 4 kali di final All England.
Mereka tampil di edisi 2012, 2013, 2014, dan 2015.
Di mana dalam tiga edisi awal, yaitu 2012 hingga 2014, Owi/Butet berhasil menjadi juara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/marcus-gideonkevin-sanjaya-di-all-england-2022.jpg)