BWF World Tour
Tiga Final All England Berujung Runner-up, Chia/Soh Masih Diselimuti Rasa Penasaran
Tiga capaian final All England Chia/Soh semua berujung runner-up, didikan Herry IP masih penasaran rasanya naik podium tertinggi.
Ringkasan Berita:
- Catatan tiga kali final All England berujung runner-up dibukukan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik
- Sejak tahun 2019, 2024, dan 2026, pasangan yang kini dibesut Herry IP masih penasaran soal gelar juara All England
- Chia menegaskan bahwa dirinya masih akan berjuang untuk bisa merasakan naik podium tertinggi All England
TRIBUNNEWS.COM - Birmingham yang jadi arena turnamen badminton tertua di dunia, All England 2026, kembali menjadi saksi bisu perjuangan keras ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
All England 2026 seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi mereka di bawah arahan pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau yang akrab disapa Herry IP.
Namun, alih-alih merengkuh gelar juara All England untuk pertama kalinya, mereka justru harus kembali menelan pil pahit.
Harapan itu kandas di partai puncak. Menghadapi pasangan ranking satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, Chia/Soh tampil impresif di awal laga.
Mereka sempat mencuri gim pertama dengan skor 21-18, memberikan secercah harapan bagi publik Malaysia. Namun, momentum itu menguap di dua gim berikutnya.
Pasangan Korea tersebut bangkit, membalikkan keadaan, dan memaksa laga berakhir dengan skor 21-18, 12-21, 19-21.
Tragedi yang Berulang
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan gelar, melainkan sebuah tragedi yang berulang.
Hasil di final All England 2026 menegaskan status spesialis runner-up yang seolah lekat pada mereka di turnamen tertua dunia ini.
Tercatat, sudah tiga kali Chia/Soh melangkah ke final All England, dan ketiganya berakhir sebagai runner-up.
Tahun 2019 menjadi awal dari mimpi yang tertunda. Kala itu, mereka harus mengakui keunggulan ganda putra legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, lewat pertarungan tiga gim.
Baca juga: Tembus Top 100 Ranking BWF Jadi Hadiah Terry/Gloria dari All England 2026
Lima tahun berselang, tepatnya pada 2024, mereka kembali ke final, namun lagi-lagi dipaksa bertekuk lutut di hadapan wakil Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Rian Ardianto, dalam dua gim langsung.
Tahun 2026, dengan persiapan matang di bawah tangan dingin Herry IP, ekspektasi Badminton Lovers Malaysia tentu sangat tinggi.
Sayangnya, lagi-lagi takdir tak berpihak kepada Chia/Soh. Menjadi 'manusia silver' untuk ketiga kalinya tentu bukan hasil yang diinginkan oleh pasangan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo dan Paris tersebut.
Meski kecewa, pasangan ini menolak untuk menyerah. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aaron Chia menuliskan soal rasa penasaran yang belum selesai.
"Kemenangan menjadi kekalahan, kekalahan menjadi pelajaran. Tiga kali perak dan tetap mengejar emas (All England)," tulis Aaron Chia di Instagramnya, @aaronchiatengfong.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa api ambisi mereka belum padam. Menjadi juara di All England tetap menjadi harga mati yang akan terus mereka kejar.
(Tribunnews.com/Niken)