Kamis, 4 Juni 2026

MotoGP

MotoGP 2026 - Awal Pahit Ducati Siap Dibalas Marc Marquez Cs demi Menjaga Marwah

Merasa ditampar oleh performa gemilang KTM dan Aprilia, Davide Tardozzi kini menuntut pembalapnya bisa balas dendam demi jaga marwah.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Davide Tardozzi mengaku Ducati terpukul setelah gagal menembus posisi podium pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand
  • Dominasi Ducati dipatahkan oleh performa impresif Pedro Acosta dari KTM serta barisan pembalap Aprilia yang menguasai posisi depan
  • Tim Ducati kini fokus mengevaluasi masalah teknis terkait perubahan tingkat cengkeraman ban demi mengembalikan daya saing para pembalapnya

TRIBUNNEWS.COM - Hasil mengecewakan di Sirkuit Buriram memaksa Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh skuad Borgo Panigale untuk segera bangkit.

Torehan menyakitkan di Thailand bikin rekor buruk karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang berhasil naik podium.

Fabio Di Giannantonio, yang menjadi pembalap Ducati terbaik di balapan tersebut, justru harus mengakui keunggulan empat pembalap Aprilia dan satu bintang KTM, Pedro Acosta.

Hasil pahit ini sekaligus mengakhiri rekor legendaris Ducati yang selalu mencetak podium dalam 88 Grand Prix secara berturut-turut.

Kesialan makin lengkap setelah sang juara bertahan, Marc Marquez, harus tersingkir dari perebutan podium akibat kerusakan pada velg roda motornya.

Gertakan untuk Balas Dendam

Tardozzi mengakui bahwa hasil di Buriram merupakan sebuah realitas yang menyakitkan bagi tim sebesar Ducati.

lihat fotoMARC MARQUEZ - Pembalap Ducati Lenovo asal Spanyol, Marc Marquez, ketika beraksi dalam agenda tes MotoGP 2026 Sepang di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 5 Februari 2026. (Foto: Ducati Lenovo)
MARC MARQUEZ - Pembalap Ducati Lenovo asal Spanyol, Marc Marquez, ketika beraksi dalam agenda tes MotoGP 2026 Sepang di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 5 Februari 2026. (Foto: Ducati Lenovo)

"Aprilia melakukan pekerjaan yang hebat, dan Marco Bezzecchi berada dalam performa yang luar biasa," ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

"Kami harus bekerja keras dan mengeluarkan semua yang kami miliki. Kami perlu menempatkan para pembalap dalam posisi untuk bertarung memperebutkan podium lagi."

Tardozzi mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada perubahan tingkat cengkeraman atau grip yang sangat kontras antara sesi tes resmi pekan lalu dengan balapan akhir pekan ini.

"Semua pembalap kami menderita karena perubahan tersebut. Performa mereka menurun. Itu bukan sebuah alasan; kami harus mengevaluasi alasannya," tegasnya.

Misi Pembuktian di Seri Berikutnya

Meski terpukul, Tardozzi memperingatkan semua pihak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya dari hasil di Buriram.

Menurutnya, peta kekuatan sesungguhnya baru akan terlihat pada seri-seri mendatang di sirkuit yang memiliki karakter berbeda.

Baca juga: Perbedaan Marc Marquez dan Pedro Acosta Disinggung Pengamat Efek Hasil Balapan di Thailand

"Setelah menerima empat tamparan di wajah, karena itulah kenyataannya, kami akan menuju lintasan yang akan mengungkap kekuatan sebenarnya, yaitu Austin, Qatar, dan Jerez," cetus pria asal Italia.

Sementara ini, imbas kekalahan Ducati di Thailand membuat tabel klasemen sementara MotoGP 2026 terlihat tidak biasa.

Pemenang Sprint Race, Pedro Acosta (KTM), kini memuncaki klasemen, diikuti oleh kuartet Aprilia yang tampil perkasa yakni Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.

Rekan setim Acosta, Brad Binder, menempati posisi keenam, sementara Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez terlempar ke posisi ketujuh dan kedelapan.

Kini, beban berat ada di pundak para teknisi Bologna untuk memastikan Ducati tidak lagi menjadi bulan-bulanan di seri-seri berikutnya.

(Tribunnews.com/Niken)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved