Formula 1
Hamilton setelah GP China: Podium Perdana Bukti Kesiapan untuk Mengejar Mantan Tim
Sukses mengamankan podium perdana untuk Ferrari di GP China 2026, Lewis Hamilton bersiap untuk mengejar mantan timnya, Mercedes.
Ringkasan Berita:
- Lewis Hamilton berhasil meraih podium perdananya bersama Ferrari di GP China
- Sang pembalap merasa lebih menyatu dengan tim setelah teknisi Ferrari mulai menerapkan masukan teknisnya
- Meski telah kembali ke performa puncak, Hamilton mendesak Ferrari untuk segera melakukan pembaruan mesin
TRIBUNNEWS.COM - Raihan podium perdana untuk Ferrari dari Lewis Hamilton di GP China 2026 pada Minggu (15/3/2026) jadi penegasan dari sang pembalap untuk rivalnya.
Khususnya untuk mantan timnya, Mercedes, yang sangat mendominasi balapan F1 sejak awal musim 2026 di Australia.
Keberhasilan merebut podium akhir pekan lalu menjadi pernyataan tegas bahwa pembalap berjuluk The Billion Dollar Man telah menemukan kembali sentuhan emasnya.
Setelah menunjukkan performa menjanjikan di Australia, pembalap asal Inggris tersebut berhasil mengasapi rekan setimnya, Charles Leclerc, di Shanghai.
Bahkan bukan hanya soal podoim perdana untuk Ferrari, dia juga berhasil mengamankan podium ke-203 sepanjang kariernya.
Bagi pembalap berusia 41 tahun ini, hasil tersebut lebih dari sekadar trofi, melainkan sebagai bukti kebangkitan mental dan fisik.
Transformasi Musim Dingin yang Ekstrem
Hamilton mengakui bahwa jeda musim dingin kali ini adalah periode latihan terberat yang pernah ia jalani selama dua dekade berkarier di F1.
Sadar bahwa usia menuntut waktu pemulihan yang lebih lama, ia melipatgandakan intensitas persiapannya sejak hari Natal.
"Saya merasa telah kembali ke performa terbaik, baik secara mental maupun fisik. Namun, saya rasa masih ada ruang untuk berkembang. Latihan musim dingin ini adalah yang terberat dan paling intens yang pernah saya jalani," tegas Hamilton mengutip Crash.
Baca juga: Frustasi atau Kehilangan Motivasi, Bos Ferrari Jawab Situasi Lewis Hamilton di F1
Kebangkitan ini juga didorong oleh sinergi baru di markas Ferrari.
Pembalap nomor #44 bekerja sangat dekat dengan jajaran teknisi untuk menyuntikkan filosofi balapnya ke dalam pengembangan mobil tahun ini, sesuatu yang tidak bisa ia lakukan sepenuhnya saat baru bergabung tahun lalu.
"Melihat mereka mendengarkan dan menerapkan hal-hal yang saya minta pada mobil, saya merasa sangat berterima kasih. Hal itu membuat Anda merasa lebih bersatu dengan semua orang karena kita bergerak ke arah yang sama," tambah Hamilton.
Mengejar Mantan Tim
Meski merayakan podium yang ia sebut sebagai tantangan tersulit sepanjang karier, Hamilton tidak menutup mata terhadap realitas persaingan.
Saat ini, Ferrari masih harus berjuang keras mengejar ketertinggalan dari Mercedes yang mendominasi, terutama dalam hal efisiensi mesin dan downforce.
Hamilton memperkirakan Mercedes masih unggul sekitar 0,4 hingga 0,5 detik per putaran dibandingkan Ferrari saat simulasi balap.