MotoGP
Kata Marquez soal Crash Bikin Diggia Jatuh, Akui Salah Perhitungan dan Legawa Terima Hukuman
Marc Marquez memberi penjelasan soal insiden yang menjatuhkan Fabio Di Giannantonio di Sprint MotoGP Amerika 2026 di Sirkuit COTA. MM93 mengaku salah.
Ringkasan Berita:
- Marc Marquez mengakui kesalahannya usai insiden yang menjatuhkan Fabio Di Giannantonio di Sprint MotoGP Amerika 2026 di Sirkuit COTA.
- MM93 menjelaskan ia kehilangan kontrol akibat salah perhitungan slipstream hingga menyebabkan tabrakan di lap pertama.
- Marquez menerima hukuman long lap penalty dan memahami kemarahan Di Giannantonio atas insiden tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Marc Marquez akhirnya buka suara soal insiden dengan Fabio Di Giannantonio pada Sprint Race MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the America (COTA).
Dalam pengakuannya, Marquez tidak mencari pembenaran, justru ia secara terbuka mengakui kesalahan dan memahami kemarahan sang rival.
Insiden terjadi di lap pertama saat Marquez mencoba menyalip Di Giannantonio untuk posisi ketiga di ujung back straight.
Situasi memanas setelah sebelumnya 'Diggia' sempat melakukan overtake balik yang cukup mengejutkan.
Beberapa tikungan kemudian, Marquez mencoba masuk dari sisi dalam, namun kehilangan kendali di kerb dan terjatuh.
Motornya kemudian menyeret Di Giannantonio hingga keduanya gagal terjatuh di awal balapan.
Marquez menjelaskan kronologi dari sudut pandangnya. Ia mengaku salah perhitungan dalam memanfaatkan slipstream tiga pembalap di depannya.
Baca juga: Update Main Race MotoGP Amerika 2026: Marc Marquez Resmi Dihukum Akibat Aksinya di Sprint Race
Saat melakukan pengereman, motor mulai kehilangan traksi—bagian belakang tergelincir, lalu bagian depan terkunci.
Dalam kondisi sulit itu, ia berusaha menghindar ke luar lintasan, namun gagal dan akhirnya kehilangan grip di apex.
"Jelas hari ini saya melakukan kesalahan besar. Saya tidak menghitung slipstream dengan baik," kata Marquez dikutip dari Crash.
"Saat pengereman, saya kehilangan kontrol dan mencoba keluar dari situasi, tapi tidak bisa. Akhirnya saya jatuh dan membawa pembalap lain," ujar Marquez.
Marquez menegaskan bahwa manuver tersebut bukanlah aksi balas dendam atas overtake sebelumnya.
Ia mengaku tidak berniat menyerang, melainkan hanya tidak punya pilihan saat kehilangan kontrol.
"Selalu kecelakaan menyakiti Anda tetapi jika Anda menabrak dengan pembalap lain, itu bahkan lebih buruk, karena Anda tidak ingin menghancurkan sprint pembalap lain," kata Marquez.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marc-Marquez-Tes-MotoGP-2026-Sepang.jpg)