Minggu, 26 April 2026

Bulu Tangkis

Fighting Spirit Carolina Marin Jadi Refleksi Putri Kusuma Wardani

Putri Kusuma Wardani menilai jika Marin memiliki semangat juang tinggi yang patut untuk ditiru.

Ringkasan Berita:
  • Sebelum pensiun, Carolina Marin dikenal dengan sikap arogan saat bertanding di lapangan
  • Hal itu diakui oleh Putri Kusuma Wardani yang saat ini menjadi tunggal putri nomor satu Indonesia
  • Meski demikian, Putri KW menilai jika Marin memiliki semangat juang tinggi yang patut ditiru

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu pebulu tangkis tunggal putri terbaik di dunia, Carolina Marin, baru-baru ini memutuskan pensiun.

Marin merupakan tunggal putri Spanyol yang pernah mengukuhkan namanya sebagai peraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Tidak hanya itu, Marin juga mencatatkan namanya sebagai juara di berbagai ajang. Mulai dari All England (2015, 2024) hingga Kejuaraan Dunia BWF (2014, 2015, 2018).

Setelah absen panjang lantaran mengalami cedera lutut saat bertanding di Olimpiade Paris 2024, Marin memutuskan pensiun dari dunia badminton yang membesarkan namanya.

"Perjalananku berakhir di sini. Terima kasih kepada semuanya, karena dengan satu cara atau lainnya kalian juga telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Dalam babak baru ini, aku akan selalu membawa nilai-nilai yang telah membimbingku sejauh ini, dan aku akan berusaha mengembalikan kepada masyarakat semua yang telah diberikannya kepadaku selama bertahun-tahun. Ini adalah perjalanan yang luar biasa," tulis Marin dalam unggahan akun Instagram resmi @carolinamarin, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Nasib Tim Uber Spanyol 2026: Ujian Berat Menanti Pasca-Pensiunnya Carolina Marin

Carolina Marin dari Spanyol bermain melawan Akane Yamaguchi dari Jepang (tidak dalam gambar) pada pertandingan tunggal semifinal putri di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di Kopenhagen, Denmark, pada 26 Agustus 2023.
AKSI MARIN - Carolina Marin dari Spanyol bermain melawan Akane Yamaguchi dari Jepang (tidak dalam gambar) pada pertandingan tunggal semifinal putri di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di Kopenhagen, Denmark, pada 26 Agustus 2023. Putri Kusuma Wardani menilai jika Marin memiliki semangat juang tinggi yang patut untuk ditiru. (MADS CLAUS RASMUSSEN / RITZAU SCANPIX / AFP) (Arsip)

Berbicara soal Marin, ia dikenal dengan sikap agresifnya saat bertanding di lapangan.

Tidak jarang, Marin memperlihatkan karakternya yang sedikit arogan.

Sebut saja saat Marin melakoni babak semifinal Denmark Open 2023 melawan wakil India, Pusarla Venkata Sindhu.

Saat itu, Marin unggul 9-2 di set ketiga. Ia kemudian dengan cepat mengambil shuttlecock yang jatuh di dalam area Sindhu.

Namun, tindakan Marin mengundang kemarahan Sindhu. Adu mulut pun pecah hingga membuat wasit turun tangan.

Hingga akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh Marin dengan skor 21-18, 19-21, 21-7.

Baca juga: Kejuaraan Eropa 2026 Tanpa Viktor Axelsen dan Carolina Marin

Tanggapan Putri KW Soal Marin

Sikap arogan Marin diakui tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani.

Karena memang, Putri KW pernah sekali bertemu Marin, tepatnya di babak 16 besar French Open 2023.

Kala itu, Putri KW kalah dari Marin dengan skor 16-21, 18-21 dalam durasi 47 menit.

Putri KW menilai jika sikap arogan memang menjadi ciri khas Marin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved