Bulu Tangkis
Fighting Spirit Carolina Marin Jadi Refleksi Putri Kusuma Wardani
Putri Kusuma Wardani menilai jika Marin memiliki semangat juang tinggi yang patut untuk ditiru.
Ringkasan Berita:
- Sebelum pensiun, Carolina Marin dikenal dengan sikap arogan saat bertanding di lapangan
- Hal itu diakui oleh Putri Kusuma Wardani yang saat ini menjadi tunggal putri nomor satu Indonesia
- Meski demikian, Putri KW menilai jika Marin memiliki semangat juang tinggi yang patut ditiru
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu pebulu tangkis tunggal putri terbaik di dunia, Carolina Marin, baru-baru ini memutuskan pensiun.
Marin merupakan tunggal putri Spanyol yang pernah mengukuhkan namanya sebagai peraih medali emas Olimpiade Rio 2016.
Tidak hanya itu, Marin juga mencatatkan namanya sebagai juara di berbagai ajang. Mulai dari All England (2015, 2024) hingga Kejuaraan Dunia BWF (2014, 2015, 2018).
Setelah absen panjang lantaran mengalami cedera lutut saat bertanding di Olimpiade Paris 2024, Marin memutuskan pensiun dari dunia badminton yang membesarkan namanya.
"Perjalananku berakhir di sini. Terima kasih kepada semuanya, karena dengan satu cara atau lainnya kalian juga telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Dalam babak baru ini, aku akan selalu membawa nilai-nilai yang telah membimbingku sejauh ini, dan aku akan berusaha mengembalikan kepada masyarakat semua yang telah diberikannya kepadaku selama bertahun-tahun. Ini adalah perjalanan yang luar biasa," tulis Marin dalam unggahan akun Instagram resmi @carolinamarin, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Nasib Tim Uber Spanyol 2026: Ujian Berat Menanti Pasca-Pensiunnya Carolina Marin
Berbicara soal Marin, ia dikenal dengan sikap agresifnya saat bertanding di lapangan.
Tidak jarang, Marin memperlihatkan karakternya yang sedikit arogan.
Sebut saja saat Marin melakoni babak semifinal Denmark Open 2023 melawan wakil India, Pusarla Venkata Sindhu.
Saat itu, Marin unggul 9-2 di set ketiga. Ia kemudian dengan cepat mengambil shuttlecock yang jatuh di dalam area Sindhu.
Namun, tindakan Marin mengundang kemarahan Sindhu. Adu mulut pun pecah hingga membuat wasit turun tangan.
Hingga akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh Marin dengan skor 21-18, 19-21, 21-7.
Baca juga: Kejuaraan Eropa 2026 Tanpa Viktor Axelsen dan Carolina Marin
Tanggapan Putri KW Soal Marin
Sikap arogan Marin diakui tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani.
Karena memang, Putri KW pernah sekali bertemu Marin, tepatnya di babak 16 besar French Open 2023.
Kala itu, Putri KW kalah dari Marin dengan skor 16-21, 18-21 dalam durasi 47 menit.
Putri KW menilai jika sikap arogan memang menjadi ciri khas Marin.