Selasa, 14 April 2026

BWF World Tour

Potensi Perubahan Ranking 1 Dunia setelah BAC 2026 di Sektor Tunggal Putra dan Ganda Campuran

Tabel peringkat BWF diprediksi giyah setelah Badminton Asia Championships (BAC) 2026 karena gap tipis penghuni ranking 1 dunia dan nomor 2.

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang bergulir di Ningbo, China, bukan sekadar perebutan gelar juara saja.

Turnamen kontinental ini menjadi panggung jajaran pebulu tangkis elite Asia untuk berburu poin BWF demi menjaga posisi dalam tabel ranking dunia.

Sebab pekan depan setelah BAC 2026 selesai, ada potensi perubahan di tabel ranking BWF, terutama di sektor tunggal putra dan ganda campuran.

Dari sektor tunggal putra, sang juara bertahan asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, kini tengah duduk di singgasana peringkat satu dunia dengan koleksi 100.779 poin.

Namun, posisinya jauh dari kata aman. Tepat di belakangnya, Shi Yu Qi (China), membayangi Kunlavut dengan raihan 100.567 poin.

Hanya terpaut 212 poin jadi selisih yang sangat tipis ini membuat duel keduanya di BAC 2026 bak sebuah partai final sebelum waktunya.

lihat fotoSHI YU QI - Pebulu tangkis tunggal putra China Shi Yu Qi berselebrasi usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam babak final Kapal Api Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (9/6/2024). Pebulu tangkis tunggal putra China Shi Yu Qi berhasil menjuarai Kapal Api Indonesia Open 2024 setelah mengalahkan Anders Antonsen dengan skor 21-9, 12-21 dan 21-14.?TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SHI YU QI - Pebulu tangkis tunggal putra China Shi Yu Qi berselebrasi usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam babak final Kapal Api Indonesia Open 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (9/6/2024). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Menariknya, Kunlavut memikul beban berat karena harus mempertahankan poin besar yang diraihnya pada edisi 2025.

Jika ia terpeleset di babak awal atau gagal melaju lebih jauh dari Shi Yu Qi, skenario lengsernya sang raja dari takhta nomor satu dunia bukanlah hal yang mustahil.

Bagi Kunlavut, melaju hingga partai puncak dan meraih gelar juara bukan lagi sekadar ambisi, melainkan kewajiban mutlak demi membendung kudeta dari Shi Yu Qi yang tampil di hadapan publik sendiri.

Ganda Campuran Persaingan Internal Delegasi China

Beralih ke sektor ganda campuran, persaingan menarik juga tersaji meski situasinya sedikit berbeda.

Dua wakil terbaik China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, terlibat dalam persaingan sengit untuk memperebutkan status pasangan terbaik sejagat.

Meskipun terdapat celah sebesar 6.005 poin yang memisahkan keduanya, potensi pertukaran posisi tetap terbuka lebar.

Baca juga: Prediksi Pahit BAC 2026: Tunggal Putri dan Ganda Putri Indonesia Sulit Akhiri Puasa Gelar

Feng/Huang saat ini memang berada di atas angin karena poin yang hangus dari periode tahun lalu tergolong kecil.

Namun, di tengah atmosfer kompetitif BAC 2026, lengah sedikit saja bisa menjadi celah bagi Jiang/Wei untuk memangkas jarak dan memberikan tekanan psikologis di tabel peringkat dunia.

BAC 2026 begitu berpengaruh terhadap raihan poin karena hal ini tidak lepas dari kebijakan BWF yang telah menaikkan kelas kejuaraan kontinental ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved