Jumat, 24 April 2026

LaNyalla Buka-bukaan Masalah Internal PB Muaythai Indonesia: Muncul Mosi Tak Percaya

Dalam pernyataannya, LaNyalla menyebut adanya surat mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah pengurus provinsi terhadapnya

Tribunnews.com/Abdul Majid
RAKERNAS - Menpora Erick Thohir saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Tribunnews/Abdul Majid 

LaNyalla Buka-bukaan Masalah Internal PB Muaythai Indonesia: Muncul Mosi Tak Percaya

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), LaNyalla Mahmud Mattalitti, secara terbuka mengungkap dinamika internal organisasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dalam pernyataannya, LaNyalla menyebut adanya surat mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah pengurus provinsi terhadap dirinya.

Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah merugikan nama baik organisasi.

Baca juga: Dukung Erick Thohir, LaNyalla Titip Mafia Bola Jangan Masuk Lagi di PSSI

“Bulan lalu, tanpa ada hujan dan angin, saya selaku Ketua Umum tiba-tiba mendapat surat mosi tidak percaya dari puluhan pengurus provinsi. Isinya menuduh saya melanggar AD/ART karena dianggap tidak menjalankan organisasi dan pembinaan selama dua tahun,” ujar LaNyalla.

Menurutnya, tudingan tersebut bersifat fitnah.

Ia mengaku telah menyampaikan bukti-bukti program kerja yang telah dijalankan PB MI kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Karena tuduhan itu merugikan harkat dan martabat organisasi, kami menyampaikan bukti bahwa dalil tersebut tidak benar. Semua program kerja kami sampaikan secara terbuka,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, PBMI mengambil langkah organisasi dengan membekukan kepengurusan provinsi yang dinilai menyampaikan tuduhan tanpa dasar.

LaNyalla menyebut keputusan tersebut diambil sesuai kewenangan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Sebagian peserta Rakernas hari ini merupakan pelaksana tugas (Plt) ketua pengurus provinsi yang penunjukannya sah berdasarkan AD/ART,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, LaNyalla menegaskan bahwa roda organisasi tetap berjalan dan fokus pada agenda pembinaan serta peningkatan prestasi.

LaNyalla bahkan mengajak seluruh anggota untuk bersatu menatap agenda penting ke depan.

“Yang terpenting sekarang adalah kita siap menjalankan program kerja yang telah disusun, termasuk agenda 2026,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved