BWF World Tour
Resmi Pensiun dari Badminton, Kilau Prestasi Viktor Axelsen Terus Bersinar
Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, resmi mengumumkan pensiun dari dunia yang membesarkan namanya di usia 32 tahun akibat cedera punggung.
Ringkasan Berita:
- Pebulu tangkis asal Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan gantung raket di usia 32 tahun.
- Faktor cedera menjadi penyebab utama dirinya mundur dari dunia yang membesarkan namanya ini.
- Axelsen pernah menorehkan beberapa prestasi mentereng, seperti juara Olimpiade hingga BWF World Tour Finals lebih dari satu kali.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari badminton dunia dengan keputusan besar yang dibuat Viktor Axelsen.
Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, memutuskan pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya ini.
Keputusan tersebut disampaikan Axelsen saat melakukan wawancara dengan Badminton Eropa yang lantas diunggah ke laman resmi mereka pada Rabu (15/4/2026) pagi waktu setempat.
Alasan terbesar Axelsen mundur dari kancah bulu tangkis dunia adalah soal cedera punggung yang menerpanya.
Cedera tersebut mencegah Axelsen bisa kembali berlatih dan bermain di level yang ingin ia capai.
Padahal segala upaya sudah dijalankan pria berusia 32 tahun ini.
Namun kondisi punggungnya tak kunjung kembali ke keadaan semula.
Baca juga: 2 Fakta di Balik Absennya Viktor Axelsen dalam Skuad Denmark di Thomas Cup 2026
"Seperti yang banyak orang ketahui, saya telah cukup lama berjuang dengan masalah punggung saya," kata Axelsen.
"Setelah menjalani operasi pada April tahun lalu dan melalui proses rehabilitasi yang panjang, sayangnya saya mengalami kemunduran pada Oktober lalu."
"Sejak turnamen-turnamen tersebut, saya tidak dapat bermain atau berlatih pada tingkat yang diperlukan."
"Saya tidak bisa bermain atau berlatih karena rasa sakit, dan itulah sebabnya saya terpaksa mengambil keputusan yang sangat sulit ini," jelasnya.
Operasi yang dijalani Axelsen sempat membuat dirinya merasa lebih baik.
Namun jika dirinya terus memaksakan tampil di level tertinggi, rasa sakit itu akan menjadi lebih parah.
Jika itu terjadi, ia akan memerlukan tindakan medis yang lebih jauh lagi untuk memulihkan kondisinya.
"Mengambil keputusan ini sangatlah sulit dan terkadang terasa tidak adil. Di saat yang sama, tubuh saya telah melakukan pekerjaan luar biasa selama bertahun-tahun, dan saya menganggapnya sebagai sebuah kehormatan besar karena bisa bermain, berlatih, dan memenangkan begitu banyak turnamen besar di level tertinggi," akunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Viktor-Axelsen-Hong-Kong-Open-2024.jpg)