Jumat, 17 April 2026

Badminton

Nasib Identik Viktor Axelsen dan Carolina Marin, Sama-sama Pensiun Gegara Cedera

Axelsen yang memutuskan pensiun memiliki nasib identik dengan jagoan Eropa lainnya, Carolina Marin, yang pensiun gegara cedera.

Ringkasan Berita:
  • Viktor Axelsen resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis pada 15 April 2026 akibat cedera yang tak kunjung pulih
  • Keputusan ini mengikuti jejak Carolina Marin yang juga baru saja menyatakan gantung raket menjelang kejuaraan kontinental di Spanyol
  • Pensiunnya kedua pemain ini menandai hilangnya dua ikon terbesar Eropa yang telah mendominasi podium dunia selama lebih dari satu dekade

TRIBUNNEWS.COM - Jagat bulu tangkis dunia kembali diguncang kabar menyesakkan dari Eropa setelah keputusan pensiun ratu bulu tangkis Spanyol, Carolina Marin, kini giliran jagoan Denmark, Viktor Axelsen, yang menyatakan pamit, Rabu (15/4/2026).

Sang peraih dua medali emas Olimpiade tersebut resmi memutuskan untuk gantung raket, menandai berakhirnya sebuah era dominasi tunggal putra paling mengerikan dalam satu dekade terakhir.

Langkah Axelsen ini seolah menjadi pelengkap duka bagi publik Eropa.

Pasalnya, Axelsen dan Marin bukan sekadar pemain, mereka adalah ikon kebanggaan dari badminton Benua Biru terhadap dominasi Asia.

Ironisnya, kedua ikon ini harus menyerah pada lawan yang sama yakni cedera yang tak kunjung pulih.

Dihentikan oleh Cedera 

Nasib Axelsen dan Marin bak dua sisi yang identik. Marin, yang sempat menjadi momok bagi tunggal putri dunia, harus menepi secara permanen setelah cedera yang membekapnya sejak semifinal Olimpiade Paris 2024 lalu.

Meski sempat mencoba melakukan comeback, fisik petarung asal Spanyol itu rupanya memiliki batas.

Hal serupa dialami Viktor Axelsen. Pemain kelahiran Odense ini mulai sering menepi dari turnamen besar sepanjang kalender 2025 hingga awal 2026.

Upayanya untuk memulihkan kondisi fisik demi kembali ke performa puncak berujung pada keputusan pahit tepat di pertengahan bulan April ini.

Cedera yang terus merongrong mobilitasnya di lapangan memaksa Axelsen untuk memilih jalan pensiun demi kesehatan jangka panjangnya.

Perpisahan Mengharukan di Markas Sendiri

Menariknya, kedua legenda ini memilih waktu pengumuman yang sangat berdekatan dengan gelaran turnamen elite di markas mereka masing-masing.

Baca juga: Rekor Viktor Axelsen yang Belum Terpecahkan, 3 Medali Olimpiade hingga Bukti Kejayaan Eropa

Carolina Marin sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya menjelang Badminton European Championships (BEC) 2026 di Huelva, Spanyol.

Huelva bukan sekadar kota biasa bagi Marin, melainkan tanah kelahirannya.

Meski gagal tampil sebagai pemain, Marin hadir di partai final BEC 2026 dengan cara yang sangat emosional.

Ia melangkah ke podium bukan sebagai juara, melainkan sebagai pemberi trofi kepada Kirsty Gilmour (Skotlandia) yang keluar sebagai kampiun tunggal putri.

Publik Huelva memberikan penghormatan terakhir yang mengharukan bagi sang pahlawan nasional yang telah mengubah peta olahraga Spanyol melalui bulu tangkis.

Kini, pola yang hampir sama dilakukan oleh Viktor Axelsen.

Ia mengumumkan pensiun tepat sepuluh hari sebelum gelaran Piala Thomas & Uber 2026 dimulai di Horsens, Denmark (24 April-3 Mei 2026).

Diprediksi bahwa Axelsen akan mendapatkan seremoni perpisahan di hadapan pendukung fanatiknya dalam pembukaan atau penutupan Piala Thomas nanti.

Menutup karier di tanah kelahiran sendiri, di tengah gempita turnamen beregu paling prestisius, tentu akan menjadi narasi penutup yang manis baginya

Hilangnya Ikon dan Tantangan Regenerasi Eropa

lihat fotoVIKTOR AXELSEN - Ekspresi tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen saat berjuang di Hong Kong Open 2024 yang berlangsung di Hong Kong Coliseum pada 15 September 2024.
VIKTOR AXELSEN - Ekspresi tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen saat berjuang di Hong Kong Open 2024 yang berlangsung di Hong Kong Coliseum pada 15 September 2024.

Pensiunnya Axelsen dan Marin menciptakan lubang pada eksistensi badminton Eropa.

Axelsen bukan sekadar juara, ia adalah pencetak sejarah. Koleksi dua medali emas Olimpiade miliknya melampaui capaian legenda Denmark lainnya seperti Poul-Erik Hoyer Larsen (satu emas) atau duo ganda putra Mathias Boe/Carsten Mogensen yang belum pernah menyegel emas Olimpiade.

Sama halnya dengan Marin. Di negara yang lebih akrab dengan aroma tanah liat tenis atau gemuruh sepak bola, Marin berhasil memaksa dunia melirik Spanyol melalui bulu tangkis.

Emas Olimpiade Rio 2016 miliknya adalah bukti otentik bahwa ia mampu meruntuhkan dominasi China sendirian.

Kini, dengan pensiunnya dua figur tersebut, Eropa harus segera mencari pelapis sepadan.

Tanpa Axelsen dan Marin, Benua Biru kehilangan mental dalam persaingan melawan dominasi tim-tim kuat Asia seperti China, Indonesia, dan Korea Selatan.

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved