Thomas dan Uber Cup
Update Tim Malaysia di Uber Cup 2026: Pearly Tan Mundur dari Pasukan Harimau Malaya
Pearly Tan memutuskan mundur dari tim Uber Cup Malaysia akibat cedera punggung yang kembali ia rasakan saat mengikuti turnamen terakhirnya.
Ringkasan Berita:
- BAM mengumumkan Pearly Tan tak akan menjadi bagian skuad Malaysia yang akan tampil di Uber Cup mendatang.
- Pearly Tan mundur lantaran mengalami cedera punggung sejak tampil di Kejuaraan Badminton Asia.
- BAM masih belum memutuskan untuk mengganti tempat yang ditinggalkan Pearly Tan.
TRIBUNNEWS.COM - Kontingen Malaysia yang akan turun di ajang Uber Cup 2026 mengalami perubahan cukup signifikan.
Padahal Malaysia sudah sempat mengumumkan perwakilan resmi mereka yang akan tampil di ajang beregu tersebut.
Namun keputusannya berubah melihat kondisi salah satu pemain putri Malaysia yang tak terlalu siap untuk turun.
Adalah salah satu pemain ganda putri, Pearly Tan, yang harus mundur dari skuad Malaysia.
Mundurnya partner dari Thinaah Muralitharan ini disebabkan cedera punggung yang menderanya.
Baca juga: Skuad Lengkap Grup C Uber Cup 2026: Indonesia, Kanada, Australia, dan Taiwan
Cedera itu sudah ia rasakan saat tampil di ajang Kejuaraan Badminton Asia beberapa waktu lalu.
Pihak BAM atau Federasi Badminton Malaysia dan Pearly Tan sama-sama memberikan pernyataan terkait status sang pemain.
Melalui Direktur sektor ganda, Rexy Mainaky, BAM mengonfirmasi mundurnya Pearly Tan.
"Pearly tidak dalam posisi untuk berkompetisi dengan kondisinya yang ada saat ini," kata Rexy dikutip dari media sosial BAM.
"Kami harus membuat keputusan untuk menggaransi tim ini benar-benar siap menghadapi Uber Cup," sambungnya.
Pearly Tan juga menuliskan pernyataannya lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.
"Saya benar-benar minta maaf karena mengecewakan banyak pihak. Saya mendapatkan cedera punggung saat mengikuti ajang badminton yang lalu dan saya minta maaf karena membuat diri saya cedera lagi," bukanya dalam unggahannya tersebut.
"Saya benar-benar kecewa dengan itu. Hal tersebut membuat saya patah hati karena saya tidak bisa mengikuti Uber Cup kali ini."
"Tidak ada yang saya inginkan kecuali berada di lapangan, berjuang memperebutkan poin demi poin dan berdiri bersama tim saya. Namun karena cedera ini, saya harus mundur sejenak."
"Siapapun yang mengenal saya pasti tahu bahwa saya tidak akan pernah beranjak dari lapangan. Saya akan bertarung hingga poin terakhir, setiap saat. Namun kali ini tubuh saya mengatakan kepada saya untuk berhenti dan saya harus mendengarkannya."
"Sangat menyakitkan bagi saya karena tidak bisa bersama rekan-rekan saya di sana dan melalui perjalanan ini bersama-sama. Saya benar-benar minta maaf untuk itu."
"Ketahuilah, hati saya selalu bersama kalian, saya akan mendukung kalian dengan segalanya yang saya miliki."
"Saya berjanji akan berbuat yang terbaik untuk kembali dengan lebih kuat. Untuk sekarang, hal yang saya minta adalah untuk pulih dan bisa kembali berlaga di lapangan," tulis Pearly Tan.
Absennya Pearly Tan di Uber Cup memberikan pukulan telak bagi Malaysia, terutama di sektor ganda putri.
Pasalnya pasangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan adalah pemain terbaik yang dimiliki Malaysia saat ini di sektor putri.
Tak ada pemain putri Malaysia yang memiliki ranking BWF lebih baik ketimbang Pearly/Thinaah.
Saat ini, mereka ada di peringkat dua menurut perhitungan ranking BWF.
Terlepas dari itu, Malaysia terus menimbang sosok yang akan menggantikan tempat Pearly Tan.
Bahkan bisa saja BAM membiarkan tempat itu tetap kosong dan membuat mereka hanya akan membawa 9 pemain untuk mengarungi Uber Cup.
Ajang Uber Cup akan digelar di Denmark pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Skuad Malaysia di Uber Cup
- Letshanaa Karupathevan
- Wong Ling Ching
- Goh Jin Wei
- Siti Zulaikha Azmi
- Thinaah Muralitharan
- Carmen Ting
- Ong Xin Yee
- Low Zi Yu
- Noraqilah Maisarah Ramdan
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pearly-tan-mundur-dari-kejuaraan-asia-2023.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.