Thomas dan Uber Cup
Preview Thomas Cup 2026: Skuad Mewah Indonesia untuk Redam Taiwan, China Punya Celah
Skuad mewah Indonesia diprediksi membuka kans untuk meredam kejutan Taiwan, China selaku juara bertahan Thomas Cup 2026 punya celah.
Keunggulan strategis Indonesia terletak pada fleksibilitas.
"Indonesia memiliki keuntungan tambahan dengan pilihan untuk menurunkan Ginting yang sarat pengalaman dalam partai kelima yang menentukan (do-or-die match)," tulis BWF.
Di sektor ganda, Fajar Alfian, Shohibul Fikri, serta pasangan Sabar Karyaman/Reza Pahlevi mode siap tempur.
Didampingi talenta muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Indonesia berada di grup menarik bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.
Prancis harus diwaspadai karena tunggal putra mereka, Alex Lanier dan Popov bersaudara, tengah naik daun dan berpotensi menembus semifinal.
Celah di Tembok Besar China dan Ancaman India
Status China sebagai juara bertahan mulai goyah. Secara statistik, pasukan mereka tidak seintimidasi tim-tim juara di masa lalu.
Kecuali Shi Yu Qi yang tetap konsisten sebagai ujung tombak, pemain lain seperti Liang Wei Keng/Wang Chang hingga Chen Bo Yang/Liu Yi tampil inkonsisten musim ini.
Namun, meremehkan China adalah kesalahan. Sejarah mencatat bahwa tim tirai bambu selalu punya cara untuk bangkit di saat terdesak. Mereka berada di Grup A bersama India dan Kanada.
India, sang juara edisi 2022, mengandalkan bintang baru Ayush Shetty bersama trio veteran Lakshya Sen, Kidambi Srikanth, dan HS Prannoy.
Sayangnya, kabar buruk menimpa India di sektor ganda karena cedera bahu yang dialami Satwiksairaj Rankireddy.
Celah inilah yang akan coba dimanfaatkan Kanada melalui Victor Lai dan Brian Yang dalam laga yang diprediksi akan menjadi salah satu duel paling ketat di penyisihan grup.
Grup B menyuguhkan rivalitas abadi antara Jepang dan Malaysia. Jepang terlihat solid di sektor tunggal dengan Kodai Naraoka yang didukung Yushi Tanaka.
Sementara itu, Malaysia justru menghadapi dilema besar. Meski sangat kuat di sektor ganda, kebugaran Lee Zii Jia yang masih tanda tanya di sektor tunggal membuat publik Malaysia waswas.
(Tribunnews.com/Niken)